RTLH Sudah Ada APBD dan BSPS! DPRD Mataram Minta BAZNAS Alihkan Anggaran ke Modal Usaha Warga

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:36 WIB
Rumah warga yang mendapat program renovasi RTLH di kawasan Sekarbela dari Pemkot Mataram, beberapa waktu lalu.
Rumah warga yang mendapat program renovasi RTLH di kawasan Sekarbela dari Pemkot Mataram, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost – Rencana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mataram untuk melakukan renovasi terhadap 56 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menuai tanggapan dari Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai program BAZNAS sebaiknya lebih diarahkan pada bantuan yang belum banyak terakomodasi oleh pemerintah.

“Khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat,” saran Ismul, Rabu (5/8).

Menurutnya, program renovasi RTLH sebenarnya sudah menjadi salah satu fokus pemerintah. Baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram maupun program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat. 

Karena itu, ia berharap dana zakat yang dikelola BAZNAS dapat dimanfaatkan untuk menjangkau kebutuhan lain. Terutama yang selama ini masih minim intervensi.

“BAZNAS seharusnya lebih baik membantu kebutuhan di luar program pemerintah,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah program yang dinilai lebih berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim agar mereka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

Selain itu, BAZNAS didorong memberikan bantuan modal usaha. Maupun peralatan kerja bagi kepala keluarga yang memiliki tanggungan besar.

Sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. Beasiswa anak yatim dan bantuan modal usaha bagi keluarga dengan tanggungan besar akan jauh lebih produktif. 

“Kalau RTLH sudah ada anggaran dari pemerintah daerah dan BSPS dari pemerintah pusat, BAZNAS bisa membantu kepala keluarga dengan alat usaha atau modal agar mereka bisa mandiri,” ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Standar Layanan Kesehatan, Dinkes Mataram Sambangi RS Bhayangkara dan RSAD Wirabhakti

Menurutnya, orientasi penyaluran dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Namun harus mampu mendorong mustahik menjadi lebih berdaya secara ekonomi. 

Dengan pendekatan tersebut, manfaat zakat dinilai akan lebih berkelanjutan. Penerima bantuan memiliki peluang meningkatkan taraf hidupnya melalui usaha yang produktif.

Ismul menegaskan, usulan tersebut bukan berarti menolak program renovasi RTLH yang direncanakan BAZNAS. Namun, ia berharap lembaga pengelola zakat itu dapat menyusun skala prioritas.

Mengisi ruang-ruang yang belum sepenuhnya tersentuh oleh program pemerintah. “Harapannya, BAZNAS menjadi pelengkap program pemerintah, bukan mengambil porsi yang sebenarnya sudah memiliki sumber pendanaan tersendiri. Dengan begitu, manfaat zakat bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
baznas kota mataram rtlh ismul hidayat dprd mataram pemberdayaan ekonomi baznas mataram