Bukan Cuma Bikin Kota Bersih! Ternyata Ini Peran Penting Tempah Dedoro Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat meninjau langsung tempah dedoro di Lingkungan Marong Karang Tatah.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat meninjau langsung tempah dedoro di Lingkungan Marong Karang Tatah.

 

LombokPost - Persoalan sampah kini juga menjadi bagian dari upaya dunia menekan laju perubahan iklim. Melalui program Tempah Dedoro Pemerintah Kota Mataram mendorong pengelolaan sampah organik dari sumber.

“Ini juga sebagai salah satu strategi mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari timbunan sampah di TPA,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi, Jumat (7/8).

Ia mengatakan program ini terus didorong dan diperluas. Agar menjadi gerakan bersama masyarakat.

“Kami berharap sampah organik bisa selesai di lingkungan masing-masing dan beban sampah yang masuk ke TPA terus berkurang,” tegasnya.

Menurutnya, sebagian besar sampah rumah tangga berupa sampah organik. Ketika seluruh sampah tersebut dibuang ke TPA dan mengalami proses pembusukan tanpa pengelolaan yang baik, akan terbentuk gas metana.

"Ini menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca,” terangnya.

Pengolahan sampah organik sejak dari rumah memang langkah sederhana. Namun memiliki dampak nyata terhadap upaya pengendalian perubahan iklim. 

Selain mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA, cara tersebut menghasilkan kompos. Dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

"Salah satu strategi penting untuk mewujudkan kota yang rendah emisi sekaligus mendukung program aksi iklim daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Kobar Semangat Kebangsaan! Wali Kota Mohan Ajak Warga Mataram Rawat Persatuan Hadapi Zaman

Program Tempah Dedoro sendiri terus diperluas. Bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. 

Semakin banyak lingkungan mampu mengolah sampah organiknya secara mandiri, semakin kecil potensi emisi dari sektor persampahan. Di sisi lain, pendekatan tersebut juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di tingkat lingkungan. 

Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diubah menjadi kompos. Dimanfaatkan kembali untuk penghijauan maupun kebutuhan pertanian dan pekarangan warga.

Menurut Denny, keberhasilan program ini tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Partisipasi masyarakat, pemerintah kelurahan, OPD, komunitas, hingga bank sampah menjadi faktor utama. 

"Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar dampak yang bisa kita rasakan,” katanya.

Denny memastikan implementasi Tempah Dedoro akan terus diperluas. Ke berbagai kawasan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah mendukung pembangunan rendah emisi. 

Evaluasi penyebaran program juga dilakukan secara berkala. Agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Harapan kami, semakin banyak warga yang ikut mengolah sampah organik dari rumah sehingga Mataram menjadi kota yang semakin bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis
emisi gas rumah kaca DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi Tempah Dedoro pengelolaan sampah organik