LombokPost– Komitmen Pemerintah Kota Mataram mengatasi persoalan sampah dari sumbernya terus menunjukkan hasil. Hingga pembaruan data Juli 2026, jumlah Tempah Dedoro Organik yang tersebar telah mencapai 1.249 unit.
Tempat pengolahan sampah organik berbasis lingkungan itu kini telah hadir di 50 kelurahan. Berikutnya kantor organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai instansi.
“Peningkatan jumlah unit ini bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumber,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi, Jumat (7/8).
Saat ini, semakin banyak masyarakat mengolah sampah organik di lingkungan masing-masing. Hal ini berdampak semakin kecil volume sampah yang harus diangkut menuju tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Program ini terus kami dorong agar menjadi gerakan bersama masyarakat,” ujarnya.
Tujuannya sederhana, bagaimana sampah organik bisa selesai di lingkungan masing-masing. “Sehingga beban sampah yang masuk ke TPA terus berkurang,” tegasnya.
Konsistensi pada tujuan program ini terus digemakan. Dengan begitu masyarakat memiliki pemahaman yang sama pada pentingnya program ini.
Berdasarkan data DLH Kota Mataram, Kecamatan Cakranegara menjadi wilayah dengan jumlah Tempah Dedoro terbanyak, yakni 638 unit. Disusul Kecamatan Sandubaya sebanyak 175 unit.
Baca Juga: Wujudkan Sanitasi Layak dan Lingkungan Sehat, Pemkot Mataram Masifkan Pembangunan SPALD-S
“Lalu ada Ampenan 160 unit, Selaparang 127 unit, Kecamatan Mataram 54 unit, dan Sekarbela 47 unit,” terangnya.
Selain itu, sebanyak 48 unit Tempah Dedoro telah dibangun di kantor OPD maupun instansi pemerintah. Menurut Nizar, capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat, pemerintah kelurahan, OPD, komunitas hingga bank sampah.
Ia menegaskan keberhasilan program ini tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah. Kolaborasi masyarakat, pemerintah kelurahan, OPD, komunitas dan bank sampah menjadi kunci.
“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar dampak yang bisa kita rasakan terhadap kebersihan kota,” tegasnya.
Selain mengurangi volume sampah organik dari rumah tangga, Tempah Dedoro memberikan manfaat lain. Di antaranya pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Selain itu menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” paparnya.
Denny menilai pengelolaan sampah organik dari sumber merupakan salah satu strategi penting. Mewujudkan Kota Mataram yang rendah emisi sekaligus mendukung program aksi iklim daerah.
“Sampah organik yang sebelumnya langsung dibuang ke TPA kini dapat diolah menjadi kompos di lingkungan masing-masing,” ucapnya.
Denny menambahkan, pihaknya akan terus memperluas jangkauan Tempah Dedoro. Ke berbagai kawasan yang masih membutuhkan.
Pembaruan data juga dilakukan setiap bulan. Bagian dari evaluasi agar penyebaran fasilitas tersebut semakin merata.
Baca Juga: Bukan Cuma Bikin Kota Bersih! Ternyata Ini Peran Penting Tempah Dedoro Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan memperluas implementasi Tempah Dedoro. Harapan kami, semakin banyak warga yang ikut mengolah sampah organik dari rumah, sehingga Mataram menjadi kota yang semakin bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post