LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram siap melakukan rehabilitasi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok dalam waktu dekat. Selama proses penataan dan pembangunan ulang sarana fisik Pustu tersebut berlangsung, pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat dipastikan tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan menegaskan, operasional Pustu Monjok untuk sementara waktu akan dialihkan langsung ke puskesmas induk, yakni Puskesmas Mataram. Skema ini diambil untuk menjamin kenyamanan serta kelangsungan layanan medis warga sekitar.
“Kalau pembangunan Pustu Monjok sudah mulai berjalan, pelayanannya akan kita alihkan ke puskesmas induk, yaitu Puskesmas Mataram,” kata Emirald.
Baca Juga: Dikes Mataram Siapkan Relokasi Puskesmas Mataram ke Lahan Eks SDN 19 Mataram
Pengalihan layanan ke Puskesmas Mataram menjadi opsi utama sembari menunggu kejelasan proses administrasi dan penyerahan aset gedung eks SD Negeri 19 Mataram. Pemkot memang berencana memanfaatkan bekas gedung sekolah dasar tersebut sebagai lokasi penampungan sementara atau pengembangan sarana kesehatan di wilayah tersebut.
“Rencana awal memang ke SD 19, tapi kan butuh proses,” ucapnya.
Namun, Emirald meluruskan pelaksanaan rehabilitasi gedung Pustu Monjok tidak mutlak bergantung pada rampungnya pemindahan aset bekas sekolah tersebut. Menurutnya, aspek teknis rehabilitasi fisik dan kelancaran pelayanan masyarakat tidak boleh terhambat oleh urusan tata kelola aset yang masih berproses di tingkat pemerintah kota.
"Kalau pun pemindahan aset belum siap, itu tidak ada masalah dan tidak menghambat. Karena kalau pembangunan Pustu Monjok berjalan, pelayanannya langsung kita alihkan ke Puskesmas Mataram. Nanti kalau lokasi eks sekolah itu sudah siap dan proses asetnya selesai, baru pelayanan kita pindahkan ke sana," terangnya.
Proses penataan fisik Pustu Monjok sendiri dipastikan mulai terealisasi pada tahun ini. Meskipun kepastian tanggal dan hari dimulainya pemindahan secara penuh masih menyesuaikan prosedur serta administrasi. Dikes memastikan revitalisasi gedung dapat memaksimalkan kualitas fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.
Baca Juga: AC Milan Kebanyakan Gelandang, Samuele Ricci dan Youssouf Fofana Hampir Pasti Dibuang
“Hanya saja untuk tanggal pastinya masih kita sesuaikan dengan aturan administrasi yang berlaku,”tambahnya. (chi)
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan