LombokPost - Rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Wahidin, Rembige, mulai menunjukkan hasil positif pada hari pertama penerapannya. Arus kendaraan terlihat lebih mengalir dan belum ditemukan kemacetan baru yang berarti di titik-titik pengalihan.
Meski demikian, Dinas Perhubungan Kota Mataram belum ingin buru-buru menyimpulkan skema tersebut berhasil dan akan diberlakukan secara permanen.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, rekayasa tersebut masih dalam tahap uji coba hingga 17 Agustus. Karena itu, hasil pengamatan pada hari pertama belum cukup untuk menjadi dasar menentukan apakah skema tersebut akan dilanjutkan.
“Kalau kita lihat memang sekarang dimulainya siang, saat arus kepadatan masih rendah. Coba kita lihat nanti sore sampai besok pagi,” katanya, Senin (10/8).
Dalam pantauan di lapangan, terdapat sejumlah titik yang masih mengalami tundaan. Salah satunya di kawasan U-turn Jalan Jenderal Sudirman. Kendaraan dari arah utara yang hendak menuju selatan harus melakukan putar balik terlebih dahulu.
Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Arda Ernisa Ucapkan Sumpah Setia kepada NKRI
Tundaan juga terlihat pada manuver kendaraan dari arah Dakota menuju selatan melalui Jalan Wahidin. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan ruang manuver serta pengendara yang masih beradaptasi dengan pola rekayasa baru.
“Di U-turn Jalan Jenderal Sudirman itu masih ada tundaan, mungkin karena belum terbiasa hari pertama. Kemudian manuver dari Dakota ke arah selatan masuk ke Wahidin karena area manuvernya masih terbatas, masih ada hambatan,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut belum dapat disebut sebagai kemacetan. Sebab, kendaraan masih dapat bergerak dan antrean belum sampai menghambat arus secara signifikan.
Menurutnya, pola rekayasa yang diterapkan saat ini membuat sejumlah simpang tidak lagi menjadi titik berhenti kendaraan. Arus kendaraan kemudian diarahkan membentuk pola putaran atau loop melalui Jalan Dakota, Wahidin, Jenderal Sudirman hingga Dr Sutomo.
“Modelnya loop. Jadi dia tidak ada tundaan, flow-nya mengalir terus,” ujarnya.
Skema tersebut membuat kendaraan dari arah utara yang sebelumnya harus berhenti di simpang dengan lampu lalu lintas kini dapat langsung melakukan manuver sesuai arah perjalanan. Kendaraan yang hendak menuju selatan, misalnya, diarahkan melakukan putar balik di Jalan Jenderal Sudirman.
Baca Juga: Kejar Kunjungan Wisatawan, Dispar KLU Genjot Promosi dan Event
Dishub Mataram menyatakan seluruh kondisi di lapangan akan dicatat sebagai bahan evaluasi. Pemantauan juga dilakukan melalui CCTV yang dimiliki pemerintah kota, selain pengamatan langsung petugas di lapangan.
“Kita catat di lapangan sama kawan-kawan. Kami turun di situ memastikan bahwa pelaksanaan ini terpantau. Kemudian kita juga lihat dari CCTV kita,” katanya.
Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi bahan masukan kepada pihak Pemerintah Provinsi NTB dan jajaran kepolisian sebagai pihak yang menjadi inisiator rekayasa lalu lintas tersebut.
Karena itu, Dishub Mataram belum memastikan apakah skema pengalihan arus tersebut akan diberlakukan secara permanen setelah masa uji coba berakhir.
Baca Juga: Membedah Finalitas Putusan Bebas dengan Pisau Analisis Wetgevingstheorie
“Kita lihat uji coba sampai tanggal 17 ini bagaimana,” tegasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post