Ukur Efektivitas Rekayasa Rembiga, Dishub Mataram Soroti Tundaan Manuver di U-Turn Jenderal Sudirman

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:26 WIB
U-turn di jalan Adisucipto Kota Mataram yang juga mengalami tundaan seperti di U-turn jalan Sudirman.  
U-turn di pertigaan Dakoga Kota Mataram yang juga mengalami tundaan seperti di U-turn jalan Sudirman.  

 

LombokPost - Rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Wahidin, Rembige, memang membuat arus kendaraan terlihat lebih mengalir pada hari pertama penerapan. Namun, kondisi tersebut belum berarti kawasan itu terbebas dari persoalan kemacetan.

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram justru mencatat adanya tundaan kendaraan di sejumlah titik, terutama saat kendaraan melakukan manuver di U-turn Jalan Jenderal Sudirman.

 

Kepala Dishub Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, kendaraan dari arah utara yang hendak menuju selatan kini harus melakukan putar balik di Jalan Jenderal Sudirman. Pola tersebut membuat kendaraan membutuhkan waktu lebih lama untuk bermanuver.

 

“Di U-turn Jalan Jenderal Sudirman itu masih ada tundaan, mungkin karena belum terbiasa hari pertama,” katanya, Senin (10/8).

 

Selain U-turn, tundaan juga terlihat pada kendaraan yang bergerak dari arah Dakota menuju selatan melalui Jalan Wahidin. Ruang manuver yang masih terbatas menjadi salah satu kendala yang ditemukan petugas di lapangan.

 

Baca Juga: Hari Pertama Langsung Mengalir! Intip Hasil Uji Coba Rekayasa Jalan Wahidin Rembiga

 

“Kemudian manuver dari Dakota ke arah selatan masuk ke Wahidin karena memang area manuvernya masih terbatas, masih ada hambatan,” ujarnya.

 

Meski demikian, pihaknya belum menyebut kondisi tersebut sebagai kemacetan. Sebab, kendaraan masih dapat bergerak dan belum ditemukan antrean panjang yang menghambat arus secara signifikan.

 

Menurutnya, pola rekayasa yang diterapkan memang dirancang agar arus kendaraan terus bergerak melalui sistem loop. Jalurnya menghubungkan Dakota, Jalan Wahidin, Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Dr Sutomo.

 

“Modelnya loop. Jadi dia tidak ada tundaan, flow-nya mengalir terus,” jelasnya.

 

 

Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Arda Ernisa Ucapkan Sumpah Setia kepada NKRI

Namun, efektivitas skema tersebut belum bisa dinilai hanya dari kondisi pada hari pertama. Apalagi penerapan awal dilakukan ketika volume kendaraan belum mencapai kepadatan puncak.

 

“Kalau kita lihat memang sekarang dimulainya siang, di saat arus kepadatan masih rendah. Coba kita lihat nanti sore sampai besok pagi,” katanya.

 

Karena itu, pihaknya masih melakukan pemantauan langsung di lapangan sekaligus melalui CCTV. Setiap temuan, termasuk tundaan di titik putar balik dan hambatan manuver, dicatat sebagai bahan evaluasi.

 

“Kita catat di lapangan sama kawan-kawan. Kami turun di situ memastikan bahwa pelaksanaan ini terpantau. Kemudian kita juga lihat dari CCTV kita,” ujarnya.

 

Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi bahan masukan kepada Pemerintah Provinsi NTB dan jajaran kepolisian. Sebab, rekayasa lalu lintas tersebut merupakan skema yang diinisiasi oleh pihak provinsi bersama kepolisian.

Baca Juga: Kejar Kunjungan Wisatawan, Dispar KLU Genjot Promosi dan Event

 

Dishub Mataram juga belum dapat memastikan apakah skema tersebut akan diterapkan secara permanen setelah masa uji coba berakhir.

 

“Coba kita lihat uji coba yang sampai tanggal 17 ini bagaimana,” tegasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
rekayasa lalu lintas rembiga u-turn jendral sudirman uji coba one way rembiga Dishub Mataram