LombokPost – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penguatan kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan sebagai bagian penting dari upaya menjaga keselamatan operasional rumah sakit. Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama PERSI Wilayah NTB dengan PT ELSKA IATKI dalam pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.
Ketua PERSI Wilayah NTB dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp.F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting untuk memastikan tenaga teknik kelistrikan memiliki kemampuan sesuai standar yang dipersyaratkan.
“Faktor keselamatan ketenagalistrikan serta kendalan sistem menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar,” ujarnya, Senin (10/8).
Dokter Eka yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram itu menyampaikan, kegiatan sertifikasi tersebut diikuti 33 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh rumah sakit di NTB.
Sertifikasi dilaksanakan untuk memastikan tenaga teknik yang bekerja pada sektor ketenagalistrikan memiliki kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Terlebih, sektor kelistrikan merupakan bagian vital yang menopang hampir seluruh aktivitas operasional rumah sakit.
Baca Juga: Siswi MAN 2 Mataram Bawa Rimpu Bima ke Panggung Dunia
Mulai dari aktivitas pelayanan kesehatan, sistem penunjang medis, hingga berbagai fasilitas yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan. Gangguan maupun kesalahan dalam pengelolaan sistem kelistrikan dapat membawa risiko serius terhadap keselamatan.
Karena itu, kompetensi tenaga teknik tidak cukup hanya dilihat dari pengalaman kerja. Kemampuan tersebut juga perlu dibuktikan melalui sertifikasi sesuai standar yang berlaku.
“Pengakuan resmi atas kompetensi, membuktikan secara sah bahwa Anda memiliki pengetahuan, keterampilan, serta siap kerja sesuai standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan,” jelasnya.
Sertifikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan yang mewajibkan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan memiliki sertifikat kompetensi.
Baca Juga: Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Mataram Hadirkan Edukasi Digital di Lobar
Di lingkungan rumah sakit, keberadaan tenaga teknik yang kompeten menjadi semakin penting. Sistem kelistrikan harus mampu menunjang pelayanan selama 24 jam, termasuk ketika rumah sakit menghadapi kondisi darurat.
Selain aspek keselamatan, peningkatan kompetensi juga diarahkan untuk membangun tenaga kerja kelistrikan yang lebih profesional dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri kesehatan.
Menurut Dokter Eka, profesionalisme tenaga teknik akan memberikan dampak terhadap kualitas pengelolaan fasilitas rumah sakit secara keseluruhan.
“Peningkatan daya saing menjadikan tenaga kerja kelistrikan Indonesia lebih profesional, andal, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga didorong mengikuti seluruh rangkaian proses sertifikasi dengan serius dan profesional. Pengalaman yang dimiliki selama bekerja diharapkan dapat menjadi modal untuk menghadapi proses asesmen kompetensi.
Sementara kepada tim asesor, PERSI NTB menekankan pentingnya menjaga objektivitas selama proses penilaian. Sertifikasi diharapkan benar-benar menjadi proses untuk mengukur kompetensi peserta secara adil dan sesuai standar.
Baca Juga: Tiga Ahli Waris Pekerja Rentan Terima Santunan Rp 126 Juta
“Kami menitipkan proses uji kompetensi ini agar dapat berjalan secara objektif, independen, transparan, dan tetap mengedepankan kualitas sesuai dengan standar ketetapan yang berlaku,” tegasnya.
Eka berharap seluruh rangkaian asesmen berjalan lancar dan menghasilkan tenaga teknik ketenagalistrikan yang semakin kompeten. Penguatan sumber daya manusia tersebut pada akhirnya diharapkan ikut mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di NTB.
“Saya menghimbau agar peserta mengikuti seluruh rangkaian proses sertifikasi ini dengan serius, percaya diri, dan profesional,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis