LombokPost – Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menilai tantangan yang dihadapi Tim Penggerak PKK dan para kader ke depan semakin kompleks. Tidak hanya menyangkut persoalan ketahanan keluarga, pangan, dan pembangunan karakter, tetapi juga dampak perkembangan teknologi informasi, narkoba, pergaulan bebas hingga derasnya arus informasi di media sosial.
“Tantangan zaman semakin berat yang kita hadapi,” kata Mohan saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kota Mataram, Senin (10/8).
Menurutnya, PKK memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan tersebut. Terutama karena kekuatan gerakan PKK berada langsung di tengah masyarakat melalui para kader yang selama ini bekerja secara sukarela.
Ia menyebut pembangunan karakter, ketahanan pangan, dan ketahanan keluarga sebagai isu yang sangat vital. Namun, dalam praktiknya, ketiga persoalan tersebut kini berhadapan dengan berbagai tantangan baru yang berkembang seiring perubahan zaman.
“Urusan karakter, pembangunan karakter, urusan ketahanan keluarga dan ketahanan pangan ini menjadi persoalan yang memang butuh perhatian keras kita semua,” ujarnya.
Baca Juga: Belinda Bencic Hentikan Alexandra Eala, Tantang Coco Gauff di Perempat Final Toronto
Mohan menyoroti perkembangan teknologi informasi yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, teknologi memiliki dua sisi yang harus dipahami secara bijak.
Di satu sisi, teknologi memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan membuka ruang bagi anak-anak untuk menjadi lebih kreatif. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga dapat memberikan dampak destruktif apabila tidak dibarengi kemampuan memilah informasi.
“Teknologi informasi seperti bermata dua,” tegasnya.
Karena itu, menurut Mohan, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kemampuan anak dan anggota keluarga untuk memilih informasi yang bermanfaat. Media sosial, kata dia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk belajar, berbagi pengetahuan, berdakwah maupun melakukan berbagai aktivitas positif.
Baca Juga: Belinda Bencic Hentikan Alexandra Eala, Tantang Coco Gauff di Perempat Final Toronto
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah narkoba, pergaulan bebas, ideologi transnasional serta kekerasan dalam berbagai bentuk yang kini mudah ditemukan melalui media sosial.
Mohan menilai kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK yang memiliki jaringan kader hingga tingkat kelurahan.
“Tim Penggerak PKK bersama seluruh kader-kadernya selalu bisa menjadi ujung tombak kita untuk melaksanakan program-program ke depan yang semakin kompleks,” katanya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi kader PKK Kota Mataram dalam menjalankan pengabdian. Bahkan, capaian kader yang memperoleh penghargaan pin emas dinilainya menjadi salah satu indikator kuatnya komitmen kader di daerah.
Baca Juga: Mitsubishi New XFORCE HEV Resmi Meluncur, Harga Rp445 Juta dan Banjir Promo GIIAS 2026
Mohan juga menekankan pentingnya kekompakan antarorganisasi perempuan di lingkungan Kota Mataram. Menurutnya, sinergi antara PKK, Dharma Wanita Persatuan maupun organisasi lainnya menunjukkan bahwa pembangunan sosial tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Kebersamaan tersebut, lanjutnya, harus terus dirawat agar masyarakat melihat adanya kesatuan gerak dalam menjalankan berbagai program kemasyarakatan.
“Ketika kita laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, keikhlasan dan suasana kebersamaan, tentu akan memberikan dampak yang sangat baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Mohan memastikan Pemkot Mataram akan terus memberikan dukungan terhadap keberadaan dan aktivitas PKK. Menurutnya, para kader membutuhkan ruang untuk berekspresi, berorganisasi dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ia berharap para kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga mampu memahami berbagai isu sosial yang berkaitan langsung dengan pembangunan Kota Mataram.
Baca Juga: Poltekkes Mataram Gencarkan Edukasi “Pade Tolak Stunting” dan Komik “CAMAR” di Aikdewa
“Berikan mereka ruang untuk bisa berekspresi, bisa memberikan manfaat bagi orang lain, kemudian juga bisa berkecimpung dalam berbagai organisasi,” katanya.
Mohan juga mengaitkan peran tersebut dengan upaya membangun citra positif Nusa Tenggara Barat. Sebagai bagian dari NTB, Kota Mataram, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan merawat citra daerah melalui berbagai aktivitas pembangunan yang positif.
Ia menegaskan Pemkot Mataram siap mendukung program Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan daerah tersebut semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Entitas Provinsi Nusa Tenggara Barat ini harus menjaga dan merawat provinsi dengan baik, supaya yang kita harapkan adalah informasi-informasi perkembangan yang viral selama ini betul-betul informasi yang positif,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post