DLH Mataram Incar Insinerator Baru di APBD-P 2026

Chia • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 23:40 WIB

 

Insenerator di TPS Sandubaya
Insenerator di TPS Sandubaya

 

LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram harus bergerak cepat mengejar ketertinggalan pengolahan sampah harian di Mataram. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram saat ini menggantungkan harapan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 untuk memboyong satu unit insinerator baru.

“Ya sudah kita ajukan untuk tambahan satu aja,” kata Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi. 

Tapi, misi memperkuat solusi pertahanan sampah ini dibayangi dua ganjalan krusial. Yakni kondisi fiskal daerah dan mepetnya waktu untuk eksekusi. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat daya gedor Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya. Jika usulan tersebut direstui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), jumlah mesin pembakar sampah modern di TPST Sandubaya akan genap menjadi empat unit.

Baca Juga: DLH Mataram Klaim Pengolahan Sampah Gunakan Insenerator Zero Emisi

“Insyaallah, tetapi kami masih melihat kondisi fiskal daerah apakah memungkinkan untuk pengadaan atau tidak. Waktu yang tersedia juga hanya November hingga Desember untuk proses perencanaannya,” jelasnya.

Dengan nilai pengadaan mencapai Rp 3,5 miliar yang diusulkan melalui APBD Perubahan 2026. Proyek ini menjadi taruhan besar di tengah himpitan waktu pelaksanaan yang amat mepet hanya tersisa pada kurun November hingga Desember 2026. Meski tenggat perencanaan sangat krusial, langkah ini dinilai strategis untuk memusatkan seluruh rantai pengolahan sampah di kawasan TPST Sandubaya, sehingga operasional pengelolaan kebersihan Kota Mataram bisa berjalan jauh lebih efisien dan terintegrasi.

Saat ini, pengolahan sampah di TPST Sandubaya sebenarnya ditopang oleh tiga unit insinerator. Namun, performanya belum 100 persen maksimal. Hanya dua unit yang rutin mengepul dan aktif membakar sekitar 20 ton sampah per hari, atau rata-rata 10 ton per unit.

Sementara itu, satu unit insinerator lainnya yang merupakan hibah dari RSUD Kota Mataram justru hanya teronggok membisu alias mangkrak akibat kerusakan mesin.

Maka dari itu, suntikan satu unit insinerator baru dinilai vital untuk mendongkrak kapasitas olah sampah kota hingga 50 persen.

Baca Juga: Target PAD Seret, DLH Mataram Sasar Sampah CFD

"Jika satu unit tambahan berhasil diadakan dan beroperasi optimal, kapasitas pengolahan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 30 ton sampah per hari," terangnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan sektor operasional memang diprioritaskan. Namun untuk kebutuhan insenerator ini, Alwan meminta DLH untuk mengkaji terlebih dulu.

“Kita minta kajian lagi, mana yang lebih prioritas,” ucapnya. (chi) 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan
sampah Sampah Mataram DLH MATARAM insenerator Mataram