Warga Ampenan Tengah secara bergiliran memeriksa kesehatan di tim medis yang tah disiapkan Dikes Kota Mataram.
LombokPost – Pemerintah Kota Mataram mulai menggelar Program Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, menjadi lokus perdana pelaksanaan program tersebut pada Kamis (6/8).
“Program ini merupakan implementasi Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Tracing TBC Terintegrasi CKG yang ditetapkan Kementerian Kesehatan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfihan.
Pelaksanaan perdana ini sekaligus menjadi gambaran awal. Antusias masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan yang datang lebih dekat ke warga.
Sejak kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat mengikuti rangkaian pemeriksaan. Selain skrining TBC, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari program CKG.
Menariknya, jumlah warga yang mengikuti kegiatan di Ampenan Tengah melampaui target 100 peserta yang ditetapkan setiap lokus. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan pemeriksaan kesehatan gratis masih mendapat respons positif.
Terutama saat layanan langsung di lingkungan tempat tinggal mereka. “Dengan ini deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan lebih luas,” terangnya.
Program ini memang dirancang tidak sekadar menemukan kasus TBC. Pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi sehingga masyarakat memiliki kesempatan mengetahui kondisi kesehatan sekaligus faktor risiko penyakit sejak dini.
Untuk 2026, Dikes mendapat target pelaksanaan pada 80 lokus. Sasaran mencapai 8.000 warga. Setiap lokus ditargetkan menjangkau sekitar 100 peserta.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi mempercepat penemuan kasus TBC. Penyakit menular ini membutuhkan penanganan sedini mungkin mencegah penularan lebih luas.
“Melalui program ini, kita memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh,” ucap dr. Emirald.
Baca Juga: Bakal Bertahan 4 Bulan! Alat Proyek SPALD-T Ancam Macetkan Simpang Lima Ampenan
Ia menilai antusiasme warga Ampenan Tengah menjadi modal positif pelaksanaan program di lokus-lokus berikutnya. Sebab, keberhasilan tracing TBC maupun CKG sangat bergantung pada kemauan masyarakat.
Semakin banyak warga yang mengikuti pemeriksaan, semakin besar pula peluang menemukan faktor risiko. Dengan begitu, langkah penanganan dapat segera dilakukan.
“Ini merupakan langkah nyata memperkuat upaya promotif, preventif, sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi tuberkulosis,” ujarnya.
Ia menegaskan pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh 80 lokus tersentuh. Dikes juga mengandalkan kolaborasi puskesmas, tenaga kesehatan, kader, pemerintah kelurahan serta penggerak masyarakat.
“Sinergi semua pihak menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan skrining,” tegasnya.
Setelah Ampenan Tengah, program akan terus bergerak ke lokus berikutnya. Pemkot Mataram optimistis target 8.000 sasaran dapat dicapai.
“Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan, sehingga risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis