Dinas Kesehatan Mataram Kejar Target Imunisasi HPV untuk Murid SD

Chia • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:13 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

 

LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram kembali menggelar program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dimulai sejak awal Agustus 2026.

Salah satu fokus utama pada pelaksanaan periode ini adalah pemberian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks pada anak perempuan usia sekolah dasar (SD) di seluruh wilayah Kota Mataram.

“Untuk vaksin HPV saat ini diprioritaskan bagi anak perempuan kelas 5 SD atau yang berusia sekitar 11 tahun. Namun, bagi anak-anak yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV sama sekali sebelumnya, kami juga menyelenggarakan imunisasi kejar bagi siswi kelas 6 dan kelas 9, atau yang berusia hingga 15 tahun,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Mataram Dewi Ayu Murniati. 

Baca Juga: Dikes Mataram Minta Kemasan MBG Diberi Label Batas Konsumsi

Dewi menjelaskan program BIAS dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Agustus dan November.

Untuk pelaksanaan bulan Agustus ini, jenis imunisasi yang diberikan adalah imunisasi Campak-Rubella (MR) serta vaksin HPV.

Ia menambahkan, sasaran imunisasi ini tidak terbatas pada murid yang mengenyam pendidikan di sekolah formal saja.

Tapi juga menyasar anak-anak usia 11 tahun yang putus sekolah. Mengenai wacana pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki, pihak Dinkes Kota Mataram masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dan instruksi dari pemerintah pusat.

Dalam pelaksanaannya, Dikes berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan pihak sekolah melalui surat imbauan dan sosialisasi. Sebelum disuntik, para siswa wajib menjalani pemeriksaan kesehatan atau screening oleh petugas untuk memastikan tidak ada kontraindikasi medis. Prosedur ini juga membutuhkan lembar persetujuan atau informed consent dari orang tua murid.

Jika terdapat orang tua yang menolak atau siswa yang berhalangan hadir karena sakit, petugas kesehatan akan melakukan kunjungan ulang ke sekolah.

Apabila jumlah siswa yang belum divaksin tergolong sedikit, sekolah akan mengarahkan mereka untuk datang langsung ke puskesmas terdekat, disertai proses konseling dan edukasi khusus bagi orang tua yang masih ragu.

Evaluasi cakupan imunisasi HPV pada tahun 2025 lalu mencatatkan angka 79 persen dari total target 8.744 anak di sekitar 202 sekolah.

Pada tahun 2026 ini, Dinkes Kota Mataram berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian tersebut agar melampaui target 80 persen.

“Untuk itu, kami pastikan stok vaksin HPV saat ini dalam kondisi aman dan siap disalurkan,” terangnya.

Guna mendukung kelancaran kegiatan di lapangan, Dinkes menerjunkan tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat dari puskesmas setempat, di mana jumlah personel disesuaikan dengan kapasitas murid di masing-masing sekolah.

“Itu ada wilayah kerja masing-masing puskesmas. Juga tergantung sekolah, kalau murid banyak kita turunkan lebih banyak,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dikes Kota Mataram Emirald Isfihan, mengimbau para orang tua agar mendukung penuh pelaksanaan BIAS dan tidak melakukan penolakan terhadap pemberian vaksin kepada murid di sekolah.

“BIAS ini sangat penting untuk memastikan kesehatan anak-anak kita. Saya berharap sekali, jangan ada resistensi, jangan ada hoaks yang mengatakan ini berbahaya, itu berbahaya,” terangnya.

Emirald mengkhawatirkan munculnya penolakan akibat terpaan informasi keliru yang dapat memicu dampak domino bagi sistem kesehatan masyarakat di Kota Mataram.

Ia menekankan, cakupan imunisasi yang rendah berpotensi menghambat terbentuknya kekebalan kelompok yang sangat dibutuhkan untuk mencegah penularan penyakit menular.

“Jangan ada penolakan. Kalau memang butuh sosialisasi lebih, nanti kami hadirkan ahlinya untuk mensosialisasikan lagi. Yakin saja program ini adalah program yang sangat baik untuk kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH VAKSIN HPV ANAK SEKOLAH Dikes Mataram Mataram vaksin hpv