Cegah Bullying Lewat HP, Dikes Mataram Luncurkan Aplikasi Si Besti di SMPN 15

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:59 WIB
Siswa-siswi SMP Negeri 15 Mataram menyimak dengan saksama paparan materi mengenai literasi digital menggunakan platform "Si Besti Cakra" di pelataran sekolah, Mataram.
Siswa-siswi SMP Negeri 15 Mataram menyimak dengan saksama paparan materi mengenai literasi digital menggunakan platform "Si Besti Cakra" di pelataran sekolah, Mataram.

 

LombokPost - Dinas Kesehatan Kota Mataram mulai mengembangkan pendekatan digital, memperkuat kesehatan mental dan perlindungan remaja di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui inovasi Si Besti (Sistem Informasi Bimbingan, Edukasi, dan Skrining Terpadu Inklusif) yang diuji coba di SMPN 15 Mataram sebagai pilot project sekolah sehat jiwa.

 

Program tersebut dilaksanakan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kota Mataram. Si Besti dirancang menjadi media edukasi, skrining dan konseling yang dapat diakses langsung oleh siswa melalui telepon seluler berbasis Android.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H. Emirald Isfihan, MARS., MH., CMC., FISQua mengatakan, keberadaan Si Besti diharapkan membuat layanan pendampingan bagi remaja menjadi lebih mudah dijangkau. “Informasi tentang kegiatan Si Besti di SMP 15 sebagai pilot project sekolah sehat jiwa. Bertujuan untuk menjaga kesehatan mental, mencegah pernikahan anak, mencegah bullying, mencegah penyalahgunaan narkoba dan berbagai kenakalan remaja lainnya,” Rabu (12/8).

 

Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan. Tidak semua persoalan yang dihadapi siswa mudah disampaikan secara langsung kepada guru, orang tua maupun tenaga kesehatan.

 

Karena itu, pendekatan digital melalui Si Besti diharapkan menjadi salah satu pintu masuk. Agar siswa memiliki ruang yang lebih mudah untuk mendapatkan informasi maupun bimbingan.

 

Baca Juga: Urus SIP Tak Lagi Ribet, DPMPTSP Mataram Gebrak Inovasi MPP Digital untuk Tenaga Medis

 

“Dapat diinstal di HP siswa dan berguna sebagai media konseling bagi remaja,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Si Besti tidak sekadar diarahkan sebagai aplikasi informasi kesehatan. Sistem tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem sekolah sehat jiwa yang memungkinkan persoalan siswa dikenali lebih awal dan mendapatkan pendampingan.

 

Melalui pendekatan edukasi dan skrining, siswa diharapkan memiliki pemahaman lebih baik. Mengenali kesehatan mental, pergaulan yang sehat, risiko pernikahan usia anak, perundungan hingga penyalahgunaan narkoba.

 

Kehadiran DWP Dinas Kesehatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Upaya menjaga kesehatan remaja tidak cukup dilakukan ketika persoalan sudah muncul. Pencegahan dan edukasi perlu dilakukan sedini mungkin, termasuk dengan memanfaatkan teknologi yang sehari-hari sudah dekat dengan kehidupan siswa.

 

Baca Juga: Kapolres Cantik Ini Pimpin Penangkapan Sembilan Pengedar Sabu di Sumbawa 

 

SMPN 15 Mataram dipilih sebagai lokasi pilot project untuk melihat penerapan Si Besti di lingkungan sekolah. “Sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum konsep tersebut dikembangkan lebih luas,” pungkasnya. (ADV)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis
aplikasi sibesti dikes mataram konseling digital SMPN 15 Mataram Sekolah Sehat Jiwa Emirald Isfihan