Cegah Henti Jantung Fatal! Intip Aksi Tim PSC 119 MEMS Bekali Jurus BHD ke Mahasiswa Baru

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Tim dari (PSC) 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram saat memberikan simulasi BHD di hadapan ribuan mahasiswa di Aula Ibnu Sina INKES Yarsi Mataram, Sabtu (17/8).
Tim dari (PSC) 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram saat memberikan simulasi BHD di hadapan ribuan mahasiswa di Aula Ibnu Sina INKES Yarsi Mataram, Sabtu (17/8).

 

 

LombokPost - Ribuan mahasiswa baru Institut Kesehatan Yarsi Mataram mendapat bekal penting sebelum memulai aktivitas perkuliahan. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga dibekali kemampuan dasar menyelamatkan nyawa melalui edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD).

“Pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar sangat penting karena situasi kegawatdaruratan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,” kata Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., Sabtu (15/8).

Edukasi tersebut diberikan tim Public Safety Center (PSC) 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram di Aula Ibnu Sina INKES Yarsi Mataram. Materi difokuskan pada penanganan awal ketika seseorang mengalami kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung dan henti napas.

Dokter Eka menekankan kemampuan dasar pertolongan pertama penting dimiliki masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teorinya, tetapi juga mampu mengambil tindakan awal secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim PSC 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan memberikan pemahaman mengenai konsep dasar pertolongan pertama. Berikutnya pengenalan kondisi kegawatdaruratan, hingga tahapan BHD sesuai prosedur.

Penyampaian materi tidak berhenti pada teori. Para mahasiswa juga diajak mengikuti simulasi secara langsung.

“Tujuannya agar mereka memahami langkah yang harus dilakukan ketika menemukan korban dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Simulasi dimulai dari memastikan keamanan lokasi, mengecek respons korban, meminta bantuan. Kemudian, melakukan pemeriksaan kondisi korban, hingga melaksanakan resusitasi jantung paru (RJP/CPR).

Baca Juga: Diduga Berasal dari Obat Nyamuk Bakar, Rumah Warga di Perumahan Graha Permata Kota Lingsar Terbakar

Pendekatan praktik ini diharapkan membuat mahasiswa lebih siap menghadapi kondisi darurat. Terutama di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Edukasi seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami memperluas pengetahuan kesehatan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” terangnya.

Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi strategis. Membangun masyarakat yang lebih tanggap terhadap kegawatdaruratan.

Kemampuan sederhana seperti mengenali kondisi korban, meminta bantuan dan melakukan CPR secara tepat dapat menjadi pertolongan yang sangat berarti. “Semakin banyak orang yang memiliki kemampuan BHD, semakin besar pula peluang pertolongan awal dapat diberikan sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran PSC 119 MEMS RSUD H. Moh. Ruslan. Memberikan edukasi kesehatan di luar lingkungan rumah sakit.

Melalui kegiatan ini, ribuan mahasiswa baru INKES Yarsi Mataram diharapkan memiliki keterampilan praktis. Terutama saat digunakan ketika menghadapi situasi darurat.

“Harapannya, mahasiswa dapat menjadi bagian dari masyarakat yang tanggap terhadap kegawatdaruratan dan berani memberikan pertolongan awal yang tepat. Pertolongan yang cepat dan benar dapat membantu menyelamatkan nyawa,” tandasnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
psc 119 rsud ruslan yarsi mataram Bantuan Hidup Dasar Eka Nurhayati