LombokPost--Aksi Donor Darah Kemerdekaan yang digelar Pengurus Daerah (PD) INTI NTB di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu (16/8), berhasil mengumpulkan 1.075 kantong darah.
Capaian tersebut memecahkan rekor aksi donor darah INTI NTB sebelumnya yang digelar 15 Februari 2026 dengan perolehan lebih dari 1.000 kantong. Meski belum mencapai target 1.200 kantong, hasil kali ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung aksi kemanusiaan tersebut.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) INTI, dr. Indra Wahidin, memberikan apresiasi atas capaian INTI NTB di bawah kepemimpinan Alwan S Theo.
“Selamat INTI NTB di bawah kepemimpinan Bapak Alwan S Theo. Semoga semakin solid dan bermanfaat keberadaannya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua PD INTI NTB, Alwan S Theo, mengatakan aksi donor darah tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-33 Kota Mataram.
Menurutnya, donor darah menjadi salah satu bentuk nasionalisme yang dapat diwujudkan secara nyata oleh masyarakat.
“Salah satu bentuk nasionalisme kita wujudkan dengan donor darah,” katanya.
Baca Juga: 32 Tahun Terabaikan, Bendungan Pengga Akhirnya Dinormalisasi
Aksi kemanusiaan tersebut digelar melalui kolaborasi dengan UIN Mataram dan IAHN Gde Pudja Mataram.
Pelayanan donor darah melibatkan RSUD Provinsi NTB, RSUD Kota Mataram, serta Palang Merah Indonesia (PMI).
Ketua Harian PD INTI NTB, S Widjanarko, mengatakan hasil 1.075 kantong darah itu berasal dari tiga layanan. RSUD Provinsi NTB mengumpulkan 327 kantong, PMI Lombok Barat 410 kantong, dan RSUD Kota Mataram 338 kantong.
“Untuk sementara hasil yang tercatat, RSUP 327 kantong, PMI Lobar 410 kantong, RS Kota 338 kantong. Kita bersyukur atas pencapaian ini,” ujarnya.
Bagi INTI NTB, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi catatan angka, tetapi juga menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam aksi donor darah.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, mengatakan donor darah merupakan bentuk pengorbanan untuk bangsa dan kemanusiaan.
Jika para pejuang dahulu mengorbankan darah dan nyawa untuk kemerdekaan, menurut dia, generasi saat ini dapat meneruskan semangat tersebut dengan cara yang sederhana, yakni mendonorkan darah.
“Kalau dulu pejuang dan pahlawan mengorbankan darah dan nyawa, kita sekarang cukup mengorbankan darah,” ujarnya.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Wirata, juga berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang menjadikan donor darah sebagai kebiasaan.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut datang dari Pemprov NTB. Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal yang diwakili Direktur Utama RSUD Kota Mataram, drg. Asrul Sani, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Baca Juga: Gubernur Iqbal dan KONI NTB
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi perekat soliditas yang perlu dipelihara dan ditingkatkan.
Suasana kegiatan semakin semarak saat Sekda NTB H. Abul Chair hadir bersama istri dan ikut mendonorkan darah. Kehadirannya menarik perhatian sejumlah pendonor dan pengunjung yang kemudian meminta berfoto bersama.
Sekretaris PD INTI NTB, Khristo Sunggara, menilai capaian tersebut menjadi bukti semakin solidnya tim dalam menjalankan kegiatan.
“Kita sudah semakin kompak sebagai teamwork atau tim kerja,” katanya.
Wakil Rektor II UIN Mataram, Prof. Dr. HM Saleh Ending, menilai keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika dalam kegiatan tersebut sangat penting. Generasi muda, kata dia, merupakan generasi harapan yang perlu dibiasakan terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Ketua PMI Lombok Barat, Haris Karnain, yang mengikuti kegiatan sejak pagi hingga selesai, menilai pelaksanaan donor darah berjalan sukses karena seluruh pihak dapat saling melengkapi.
Hal senada disampaikan Wakil Direktur RSUD Kota Mataram, dr. Cahyoso. Dia mengaku senang rumah sakitnya dapat terlibat aktif dalam aksi donor darah yang dirangkaikan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Kota Mataram.
Dia berharap keberhasilan tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada kegiatan berikutnya.
Dari sisi teknis, Ketua Pelaksana Lapangan Dian Aulia S mengatakan alur pelayanan yang diterapkan cukup efektif. Proses pemeriksaan kesehatan hingga donor darah berjalan tanpa penumpukan berarti.
“Pelaksanaannya tidak terlalu banyak penumpukan, baik waktu medical check-up maupun saat mendonor,” ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Cemari Laut, Penanggung Jawab Kapal Pengangkut Batu Bara yang Tenggelam di KSB Dipolisikan
Wakil Ketua Panitia Sastri Wardhani mengakui capaian tersebut masih bisa dioptimalkan. Evaluasi akan dilakukan agar kegiatan serupa ke depan dapat berjalan lebih baik dan menjangkau lebih banyak pendonor.
Sementara itu, Wakil Ketua PINTI NTB Hj. Baiq Eva MSI berharap gerakan donor darah INTI dapat berkembang secara bertahap. Lima tahun pertama diarahkan pada narasi dan edukasi, lima tahun berikutnya menjadi kebiasaan sehat, hingga akhirnya donor darah diharapkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Lima tahun berikutnya donor darah bisa jadi lifestyle,” tegasnya.
Selain aksi kemanusiaan, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah bagi pendonor. Grandprize sepeda motor diraih Novita dari Labuapi, sedangkan kulkas dua pintu dimenangkan Rudi Kurniawan.
Ketua Panitia Rudi Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor, mitra, sponsor, dan pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan.
“Terima kasih kepada semua sponsor, Krida Motor, Bank Dhinar, Bapak Teddy Sugianto, dan semua pihak yang telah menyumbang kegiatan ini. Semoga makin banyak rezekinya,” harapnya. (zad)
Editor : Kimda FaridaSumber : siaran pers