Seleksi CPNS Tahun Ini, Pemkot Mataram Prioritaskan Guru Honorer

Chia • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Seorang guru perempuan memberikan materi pelajaran kepada para siswa sekolah dasar di Kota Mataram, belum lama ini
Seorang guru perempuan memberikan materi pelajaran kepada para siswa sekolah dasar di Kota Mataram, belum lama ini

LombokPost - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram memberikan perhatian khusus terhadap masa depan para tenaga pendidik non-ASN di wilayahnya. Pemkot memprioritaskan puluhan guru di Kota Mataram yang saat ini masih berstatus honorer atau Guru Tidak Tetap (GTT) untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pembukaan seleksi CPNS dan CASN tahun ini.

“Kita punya GTT atau guru tidak tetap itu ada sekitar 50 orang. Formasinya sudah kita siapkan dan kita ajukan dalam pengadaan CASN tahun ini,” kata Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono.  

Taufik mengatakan, dalam usulan formasi pengadaan CASN tahun ini, pihaknya secara khusus mengalokasikan slot untuk guru honorer yang telah lama mengabdi. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tenaga honorer sekaligus meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik di Kota Mataram.

“Jadi dari total 200 formasi yang kita usulkan ke pemerintah pusat, 50 di antaranya memang disiapkan untuk formasi guru,” terangnya.

Baca Juga: DPRD Dorong Kenaikan Gaji Guru Honorer Lombok Utara

Taufik menjelaskan, guru honorer yang diprioritaskan tersebut merupakan tenaga pendidik yang telah terdaftar secara resmi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pihaknya optimistis seluruh guru honorer tersebut memiliki peluang sangat besar untuk terangkat menjadi PNS maupun ASN, selama usulan formasi tidak mengalami perubahan atau pemotongan dari pemerintah pusat.

“Insya Allah, kalau tidak ada perubahan jumlah dari 50 formasi yang kita usulkan dan disetujui pusat, mereka yang terdata di Dapodik akan terangkat semua. Saat ini status mereka memang masih GTT,” jelasnya.

Tak hanya mengusulkan formasi, BKPSDM juga berkomitmen memberikan pendampingan penuh terkait kelengkapan administrasi para honorer. Taufik memastikan jajarannya siap membantu para guru yang menghadapi kendala dokumen, seperti legalisasi ijazah, agar seluruh proses seleksi berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

“Teman-teman di BKPSDM bekerja tidak hanya secara normatif. Tetapi juga membantu mereka yang kekurangan bahan dokumen. Langkah ini kami lakukan agar para guru honorer bisa terlayani dengan maksimal,” pungkasnya.

Baca Juga: Mengais Cuan di Atas Atap Rumah, Mantan Guru Honorer Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Selada Hidroponik

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf mengatakan, peluang untuk mengikuti seleksi CPNS tahun ini khusus bagi guru honorer berstatus ASN paro waktu yang memenuhi kriteria batas usia di bawah 35 tahun. Kebijakan ini menyelaraskan usulan 50 formasi guru yang telah diajukan Pemkot melalui BKPSDM ke pemerintah pusat.

“ASN paro waktu yang usianya di bawah 35 tahun akan mengikuti CPNS,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
Kota Mataram PNS Guru Honorer gtt BKPSDM