LombokPost--Aksi pengibaran bendera Merah Putih di dasar laut Ampenan bukan sekadar prosesi seremonial peringatan kemerdekaan. Momen bersejarah tersebut sekaligus menjadi titik awal penyingkapan potensi wisata selam baru yang selama ini tersembunyi di perairan Kota Mataram
-------------------
Usai tim penyelam berhasil menancapkan tiang bendera di kedalaman dasar laut, rasa penasaran akan kondisi sebenarnya dari bawah laut Ampenan akhirnya terjawab. Lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer dari pesisir Kota Tua Ampenan tersebut menyajikan pemandangan bawah laut yang mengejutkan para penyelam.
Koordinator Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Makassar Wilayah NTB Muhammad Barmawi, mengungkapkan data teknis hasil pengamatan langsung dari penyelaman tersebut. Berada di kedalaman sekitar 10 meter dengan tingkat kecerahan air (visibility) mencapai 12 meter. Kondisi dasar laut Ampenan terbilang sangat ideal untuk aktivitas eksplorasi bawah laut. Arusnya relatif tenang, bergerak dari skala sedang hingga lambat.
Dari sisi ekosistem, terumbu karang di kawasan ini didominasi oleh tipe massive seperti karang otak atau brain coral, yang diselingi sedikit karang bercabang (branching), karang kerak (encrusting), karang jamur (mushroom coral), hingga karang lunak (soft coral).
Baca Juga: KKP dan Pokdarwis Kota Toea Rayakan Kemerdekaan RI di Kedalaman Laut Ampenan
Ekosistem yang terjaga ini menjadi rumah bagi beragam jenis ikan karang dan ikan hias yang berenang bebas di antara sela-sela terumbu.
“Rencana ke depan saya dan teman-teman akan wujudkan destinasi wistata Bahari Kota Tua Ampenan,” katanya.
Temuan ini disambut hangat oleh Hotmariah, seorang free diver yang juga bertugas di Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar. Hadir memenuhi undangan BPRL Makassar khusus untuk aksi pengibaran bendera, Hotmariah mengaku ini adalah pengalaman pertamanya menyelam di laut Ampenan setelah terbiasa menyelam di kawasan konservasi nasional Gili Matra (Gili Air, Meno, dan Trawangan).
“Selama ini dive site utama di NTB kan terpusat di Gili. Tapi setelah diidentifikasi, ternyata Ampenan punya spot yang sangat bagus dan potensial untuk dikembangkan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Baca Juga: Kota Tua Ampenan Kini Punya Ikon Baru, Tugu Garis Wallace
Sebagai seorang free diver, ia menekankan menyelam tanpa tabung oksigen membutuhkan penguasaan diri yang tinggi, mulai dari teknik equalization, kontrol napas, hingga membaca kondisi alam seperti arus dan gelombang. Namun, tantangan memasang bendera di dasar laut justru memberikan kebanggaan tersendiri. Bagi Hotmariah, perjuangan di bawah air tak sebanding dengan pengorbanan para pahlawan bangsa.
Mengenai masa depan kawasan ini, Hotmariah melihat dua potensi besar bergantung pada Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Jika masuk dalam zona pariwisata, laut Ampenan bisa diatur menjadi destinasi wisata selam baru yang melengkapi pesona sunset dan sejarah Kota Tua Ampenan.
“Karena di sana sudah ada karang-karang yang tumbuh dan bagus kan,” ucapnya.
Namun, jika kawasan tersebut beririsan dengan zona pelabuhan, lokasi ini tetap memiliki peran vital.
“Kalau tidak dijadikan site wisata, kawasan ini sangat bagus menjadi area rehabilitasi terumbu karang. Karena jarang terjamah, tumbuh kembang karangnya sangat pesat dan bisa menjadi penyedia larva karang (coral larvae) yang menyebar ke wilayah sekitarnya," pungkasnya. (selesai)
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan