Jelang HUT Mataram, ASN Turun Merawat Ruang Publik

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:50 WIB
GOTONG ROYONG
GOTONG ROYONG

 

 

LombokPost-Ratusan pegawai berkaos olahraga turun ke jalan. Ada yang memegang sapu. Sebagian membawa kaleng cat.

Ada pula yang mencabut rumput liar di sela-sela konblok. Tak ada sekat antara pejabat dan staf. Semua bekerja bersama.

Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri ikut turun langsung. Menyapu dan mengecat bagian pinggir trotoar.

“Aksi gotong royong ini adalah simbol komitmen kita bersama merawat ruang publik,” ujar Alwan, Jum'at (21/8).

Pagi itu, pekerjaan yang terlihat sederhana justru membawa pesan lebih besar. Tentang bagaimana sebuah kota dirawat.

Bukan hanya melalui proyek pembangunan. Tetapi juga dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama.

Kanstin yang kembali dicat membuat batas trotoar terlihat lebih tegas. Daun-daun yang berserakan dibersihkan.

Rumput liar dicabut. Wajah koridor utama kota pun perlahan berubah.

 

Baca Juga: Pemerintah Optimalkan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla Kalimantan

Kegiatan tersebut digelar untuk dua momentum penting. Yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-33 Kota Mataram pada 31 Agustus mendatang.

Namun bagi Alwan, kegiatan itu bukan sekadar mempercantik kota. Ada semangat kebersamaan yang ingin dibangun.

“Merawat kota tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan, tapi butuh keterlibatan kita semua,” katanya.

Pesannya sederhana. Kota bukan hanya milik pemerintah.

Jalan, trotoar, taman, dan fasilitas publik adalah ruang bersama. Karena itu, menjaganya juga menjadi tanggung jawab bersama.

Cinta kepada Mataram tidak harus selalu diwujudkan melalui hal besar. Tidak membuang sampah sembarangan sudah menjadi bentuk kepedulian.

Menjaga tanaman di depan rumah juga bagian dari merawat kota. Begitu pula menggunakan fasilitas publik dengan baik.

Gerakan itu mengusung tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan,” ucapnya.

Harapannya, semangat tersebut tidak berhenti setelah cat mengering. Tidak selesai ketika sapu kembali disimpan.

 

Baca Juga: Jaksa KPK Tanggapi Pembelaan Yaqut, Ungkap Dampak Korupsi Kuota Haji Bukan Sekadar Kerugian Negara

Tetapi menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. “Menunjukkan rasa cinta pada kota ini bisa dimulai dari langkah paling sederhana,” ucapnya.

Menjelang siang, aktivitas kembali normal. Kendaraan melintas seperti biasa.

Pejalan kaki kembali menggunakan trotoar yang lebih bersih dan rapi.Namun pagi itu meninggalkan satu pesan.

“Semoga semangat pagi ini bisa menular dan memantik kepedulian seluruh warga,” harapnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Rilis
HUT ke-33 Kota Mataram Sekda Lalu Alwan Basri Gotong Royong Pembersihan Trotoar Jalan Langko Mataram