LombokPost - Kebiasaan sebagian warga yang melepasliarkan anjing penjaga rumah menjadi perhatian serius Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram. Hewan jenis anjing semi liar tersebut dinilai jauh lebih berisiko menggigit masyarakat dan menyebarkan virus rabies dibandingkan dengan hewan peliharaan rumahan atau pet.
Melihat tingginya ancaman tersebut, Pemkot mengalihkan fokus program vaksinasi rabies tahun ini khusus untuk menyasar kelompok anjing semi-liar.
“Anjing semi-liar ini biasanya punya pemilik tapi dilepas di halaman atau lingkungan rumah untuk menjaga rumah, lalu keluar dan balik lagi. Anjing-anjing jenis itulah yang rentan, suka menggigit, dan berisiko menyebarkan rabies,” kata Kepala Bidang Peternakan Distan Kota Mataram Lalu Hapiludin.
Langkah preventif ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada hewan kesayangan yang terawat baik. Sebaliknya, hewan kesayangan dinilai memiliki risiko penularan yang relatif kecil karena rutin dirawat dan diperhatikan dengan baik oleh pemiliknya di dalam rumah.
“Kalau peliharaan resikonga lebih kecil karena sudah di rawat,” jelasnya.
Kegiatan vaksinasi massal ini dijadwalkan mulai berlangsung pada 26 Agustus 2026. Sebanyak empat kelurahan diprioritaskan menjadi lokasi sasaran, yaitu Kelurahan Cakra Timur, Cilinaya, Taliwang, dan Mataram Barat.
Baca Juga: Pasca Pengendara Tewas Tabrak Anjing Liar, TPS Pasar Gerung Dipasangi CCTV
“Itu sasarannya 100 ekor,” katanya.
Masing-masing kelurahan ditargetkan menyasar 25 ekor. Sebanyak 12 petugas gabungan dari dokter hewan, paramedis, dan petugas lapangan disiagakan dengan ketersediaan dosis vaksin yang mencukupi.
Meski sepanjang Januari hingga Juli 2026 Kota Mataram masih mencatatkan nol kasus gigitan anjing maupun kasus rabies, langkah antisipasi ini tetap digencarkan. Selain vaksinasi, warga juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan agar tumpukan sampah tidak mengundang kedatangan kawanan anjing, serta tidak mengganggu atau memprovokasi hewan tersebut di jalanan.
“Kalau diganggu afau diprovokasi mereka pasti menyerang balik kan,” pungkasnya.
Baca Juga: Populasi Anjing Liar Meledak di Pulau Lombok, Risiko Rabies Mengintai
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Johari mengatakan, penyakit akibat gigitan anjing terkendali karena tingkat pemahaman masyarakat cukup tinggi. Artinya, jika mengalami gigitan langsung ke Puskesmas, rumah sakit atau tempat layanan kesehatan lainnya, untuk berobat.
“Kita bersyukurnya layanan kesehatan di Mataram sangat cepat dan dekat,” ujarnya. (chi)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan