LombokPost— Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bertindak cepat merespons musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Menindaklanjuti instruksi dari Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram langsung menerjunkan tim medis darurat beserta fasilitas penunjang ke lokasi bencana.
Sebelumnya, Mohan menegaskan komitmen untuk selalu hadir setiap kali terjadi musibah besar di tanah air. Langkah aksi tanggap darurat ini digalang atas dasar solidaritas, kemanusiaan, dan persaudaraan antardaerah, sebagaimana bantuan yang pernah dikirimkan saat musibah besar di Aceh maupun Palu.
"Seperti bencana yang menimpa provinsi lain, Pemkot Mataram pasti mengambil bagian dan berperan serta. Kita upayakan bantuan materi maupun nonmateri atas dasar rasa kemanusiaan dan persaudaraan," tegas Mohan, Senin (17/8).
Sebagai bentuk implementasi teknis di lapangan, RSUD H. Moh. Ruslan mengerahkan personel terpilih. Mereka siap menjalankan misi penanganan kesehatan selama 12 hari di daerah terdampak.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Mataram dr. Hj. NK Eka Nurhayati, menjelaskan tim bantuan medis yang diberangkatkan telah dirancang secara efektif. Mereka siap menghadapi situasi darurat di lapangan.
"Tim yang kami kirim sebanyak empat orang, yakni satu dokter umum, dua perawat, dan satu sopir," terangnya.
Selain menerjunkan nakes, RSUD Ruslan juga membawa satu unit mobil ambulans VIP. Mobil operasional ini disiagakan mendukung kelancaran mobilitas serta penanganan pasien kritis di wilayah penugasan.
Baca Juga: Pemkot Siapkan Bantuan dan Medis untuk NTT
Perlengkapan Medis hingga Dana Operasional Fleksibel
Guna menunjang efektivitas pelayanan di titik bencana, armada yang diberangkatkan dibekali dengan dukungan logistik kesehatan. Perbekalan tersebut mencakup ketersediaan obat-obatan darurat serta set peralatan operasi minor.
Para petugas juga dibekali dengan dana operasional khusus. Dana ini disiapkan secara fleksibel merespons kebutuhan mendesak warga lokal yang dijumpai di area terdampak.
"Dana tersebut nantinya dapat disalurkan secara fleksibel jika terdapat warga lokal setempat yang membutuhkan bantuan. Misalnya, untuk makanan, pakaian, diaper (popok), dan lainnya. Namun demikian, selama 12 hari di NTT, fokus utama tim di NTT adalah memberikan bantuan medis langsung," paparnya.
Pelayanan Kesehatan Utama di Mataram Tetap Optimal
Meskipun mengirimkan tenaga medis ahli serta satu unit armada ke luar daerah, dr. Eka memberikan jaminan penuh kualitas pelayanan kesehatan publik di Kota Mataram tidak akan terganggu sedikit pun. “Pengiriman nakes dan armada ambulans ke NTT tidak mengganggu atau mengurangi pelayanan kesehatan utama," jaminnya.
Baca Juga: Unram Kirim Tim Medis dan Relawan, UKT 138 Mahasiswa NTT Dibebaskan
Gambaran Bencana di NTT dan Sinergi Bantuan
Langkah tanggap darurat yang diambil Pemkot Mataram dan RSUD H. Moh. Ruslan ini menjadi angin segar di tengah duka masyarakat NTT. Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi M 7,7 tersebut telah merenggut 53 korban jiwa dan melukai 137 warga yang tersebar di beberapa kabupaten.
Antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, hingga Nagekeo. Gempa juga merusak ribuan permukiman warga serta puluhan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan.
Selain penyiapan tim medis dari RSUD Ruslan, penyaluran bantuan Pemkot Mataram juga dilakukan. Berkolaborasi dengan paguyuban serta ikatan pelajar dan mahasiswa asal NTT yang berdomisili di Mataram.
Tim Sudah Tiba di NTT, Terbuka Opsi Perpanjangan Masa Tugas
Baca Juga: Penanganan Patah Tulang dan Trauma Pascagempa Jadi Fokus Tim Medis NTB di NTT
Saat ini, tim medis RSUD Ruslan dilaporkan telah sampai di lokasi tujuan. Mereka siap menjalankan tugas kemanusiaan.
Proses penyeberangan serta pelepasan tim dilakukan bersamaan dengan pelepasan bantuan resmi dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Dilepas langsung oleh Gubernur NTB H. Lalu M. Iqbal.
Terkait keberlanjutan misi kemanusiaan ini, dr. Eka akan terus memantau dinamika dan perkembangan situasi di lapangan. Keputusan mengenai perpanjangan masa tugas maupun rotasi personel akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT.
"Kita lihat kondisi dan perkembangan setelah 12 hari ke depan. Jika masih membutuhkan, bisa dipertimbangkan penambahan waktu atau mengganti pengiriman petugas," pungkas dr. Eka.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis