LombokPost– Ajang budaya Peresean dalam rangka HUT ke-33 Kota Mataram tak hanya menjadi ruang hiburan. Kegiatan yang digelar di Taman Sangkareang, menjadi momentum kepedulian terhadap warga Desa Sade, Lombok Tengah yang mengalami musibah kebakaran.
“Penggalan dana ini dilakukan spontan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Mataram Cahya Samudra, Senin (24/8).
Para penonton secara sukarela memberikan donasi semampunya setelah mengetahui musibah yang terjadi. Donasi dikumpulkan dari penonton, masyarakat, serta pihak sponsor.
“Insya Allah kita akan serahkan besok (hari ini, Red) ke desa Sade,” terangnya.
Saat berita ini ditulis penggalan dana terus berlangsung. Nilainya menembus jutaan rupiah.
Namun Cahya menegaskan, nominal bukan ukuran utama. Menurutnya, kepedulian yang muncul secara spontan dari masyarakat justru menjadi nilai penting dari kegiatan budaya tersebut.
“Berapapun itu tetap harus kita hargai dan kita sampaikan. Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat Kota Mataram, khususnya yang datang menonton Peresean,” ujarnya.
Cahya mengatakan, Desa Sade merupakan salah satu ikon budaya dan wisata Lombok dengan bale adat sasaknya. Sebelum akhirnya dilaporkan sebanyak 89 rumah adat dilalap si jago merah.
Baca Juga: Prajurit Kodim 1620/Loteng Temukan Uang Rp 4 Juta dan Kain Tenun Utuh di Puing Kebakaran Sade
Karena itu, kepedulian terhadap masyarakat Sade dinilai menjadi bagian menjaga hubungan antarkomunitas. Sekaligus memperkuat nilai budaya.
Di sisi lain, kegiatan Peresean tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-33 Kota Mataram. Dinas Pariwisata mendapat bagian mengisi agenda pada 23 Agustus dengan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan masyarakat hingga pertunjukan budaya.
“Jadi kita berbagi masing-masing OPD. Tapi semuanya di bawah ketua panitia,” jelas Cahya.
Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil menarik wisatawan. Selain penonton lokal, terdapat wisatawan mancanegara ikut menyaksikan pertunjukan.
“Tadi ada dari Turki,” katanya.
Cahya berharap kolaborasi dengan pihak swasta, dapat terus berlanjut. Mendukung kegiatan budaya dan pariwisata di Kota Mataram.
Marketing Promotion Honda NTB I Dewa Gede Sutrisna Putra mengatakan, dukungan terhadap kegiatan tersebut dikemas melalui program Honda Merdeka Fest. Sekaligus berkolaborasi dengan rangkaian HUT ke-33 Kota Mataram dan perayaan HUT ke-81 RI.
Selain mendukung kegiatan budaya, Honda menghadirkan sejumlah aktivitas masyarakat. Antara lain lomba, servis murah, hingga pemberian oli dan busi gratis.
Honda juga menampilkan produk terbaru serta hiburan musik. “Kami sangat apresiasi terhadap kegiatan budaya dari Dinas Pariwisata yang tujuannya pasti untuk kebaikan pariwisata di Kota Mataram,” ujarnya.
Baca Juga: Terganjal Aturan Tata Ruang! Terkuak Alasan Pemkot Mataram Tak Bisa Rehab Rumah Korban Banjir
Dewa menegaskan, Honda terbuka melanjutkan kolaborasi dengan Pemkot Mataram. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami akan selalu hadir, apa pun bentuknya. Bisa lewat CSR, bisa berupa event seperti ini,” tegasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post