Pemkot Mataram Buka Portal Radar MBG, Pengawasan Dapur SPPG Memperketat

Chia • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:31 WIB
 
 
BUTUH PENANGANAN: Seorang siswa siap menyantap MBG beberapa waktu lalu. Adapun sisa makanan karena tak dihabiskan oleh siswa mesti menjadi perhatian. (IVAN/LOMBOK POST)
BUTUH PENANGANAN: Seorang siswa siap menyantap MBG beberapa waktu lalu. Adapun sisa makanan karena tak dihabiskan oleh siswa mesti menjadi perhatian. (IVAN/LOMBOK POST)
 
LombokPost  — Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mematuhi standar keamanan pangan serta memegang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Guna mengoptimalkan pengawasan di lapangan, Pemkot Mataram mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pihak sekolah, komite sekolah, hingga orang tua murid—untuk terlibat aktif memantau distribusi makanan.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram sekaligus Ketua Satgas MBG Kota Mataram, H. Lalu Martawang, menyampaikan bahwa publik dapat melaporkan berbagai kendala teknis maupun kualitas hidangan secara cepat melalui kanal aduan resmi.

“Kalau ada kejadian atau persoalan terkait MBG, silakan segera dilaporkan melalui Portal Radar MBG agar bisa ditangani,” ujar Lalu Martawang. 
 

Berdasarkan data Satgas MBG Kota Mataram, saat ini tercatat sebanyak 68 unit dapur SPPG yang disiapkan. Dari jumlah tersebut, 65 dapur sudah beroperasi aktif dan 3 dapur sisanya belum beroperasi.

Martawang memastikan seluruh 65 dapur yang telah berjalan tersebut resmi mengantongi SLHS. Layanan dari dapur-dapur ini menjangkau 24.864 penerima manfaat kelompok 3B, dengan rincian 1.681 ibu hamil, 5.495 ibu menyusui, serta 17.686 balita.

Ia menegaskan, proses standardisasi dan kelayakan sanitasi dapur penyedia makanan tidak boleh ditawar. Pengujian kelayakan dilakukan secara ketat dan transparan oleh tim teknis.

“Kalau belum memiliki SLHS, wajib mengurus. Kalau setelah diperiksa ternyata layak, pastikan sertifikatnya diterbitkan. Tetapi kalau tidak layak, pastikan memang tidak layak,” tegasnya.
Baca Juga: Warga Lingkar Bendungan Meninting Krisis Air Bersih, Dewan Desak Bendungan Segera Dimanfaatkan

Menurut Martawang, pengawasan berlapis ini sangat vital karena keberhasilan program MBG tidak semata-mata diukur dari kuantitas porsi makanan yang terbagi, melainkan dari dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kalau semua ini bisa kita wujudkan bersama, MBG diharapkan ikut menjawab persoalan stunting, kemiskinan, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tandasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
SPPG Makan Bergizi Gratis Mbg Pemkot Mataram Mataram