LombokPost--Asisten II Setda Kota Mataram H Miftahurrahman ikut memanen kangkung saat meninjau penilaian tahap kedua lomba Aku Hatinya PKK melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Senin (24/8).
Panen tersebut menjadi gambaran pemanfaatan pekarangan warga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Tim juri yang dipimpin Miftahurrahman mengunjungi dua kelompok P2L dalam penilaian tersebut, yakni Gempur Asri di Lingkungan Majeluk, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram dan Suli Mekar di Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang.
Beragam tanaman pangan yang dibudidayakan warga Gegutu Barat di lahan pekarangan menjadi perhatian tim penilai.
Selain kangkung, masyarakat juga mengembangkan sejumlah varietas tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.
Camat Selaparang Mulya Hidayat mengatakan, pemanfaatan pekarangan di wilayahnya berkembang berkat kesadaran masyarakat untuk bercocok tanam.
Kebiasaan tersebut semakin kuat sejak pandemi Covid-19 ketika aktivitas warga lebih banyak dilakukan dari rumah.
“Alhamdulillah sampai saat ini kegiatan itu tetap berjalan,” ujarnya.
Baca Juga: Optimistis Kejar Target Predikat KLA Naik ke Madya
Menurutnya, masyarakat semakin menyadari pentingnya pekarangan yang dimanfaatkan untuk bercocok tanam.
Hasilnya bisa dinikmati sendiri maupun disumbangkan.
Dia menambahkan, kegiatan P2L juga memberikan manfaat dalam pengelolaan lingkungan.
Sampah dapur yang sebelumnya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi kompos untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.
Pemerintah Kecamatan Selaparang bersama Dinas Pertanian Kota Mataram terus memberikan pembinaan dan dorongan kepada kelompok masyarakat agar kegiatan pertanian di lingkungan permukiman dapat berkembang.
Sementara itu, Camat Mataram Arifiawan Marjun mengapresiasi keberadaan KWT Gempur Asri yang tetap menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan.
Ia menegaskan, P2L seharusnya tidak berhenti setelah perlombaan selesai.
“Mari kita terus melaksanakan ini walaupun tidak mengikuti lomba karena pada dasarnya P2L bertujuan meningkatkan ketahanan pangan secara mandiri,” katanya.
Arifiawan menyebut pemanfaatan pekarangan dapat membantu menyediakan sayuran segar bagi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan menekan inflasi.
Baca Juga: Sulap Lingkungan Jadi Tempat Rekreasi, Warga Grand Kodya Siap Unjuk Gigi di Lomba P2L Kota Mataram
Ia berharap penilaian lomba menjadi pemicu semangat masyarakat untuk terus bercocok tanam secara mandiri.
“Walaupun harus menyiram dan memupuk setiap hari, dampaknya bagi kesehatan sangat besar. Harapan kami setelah lomba ini ibu-ibu semakin bersemangat,” ujarnya. (ida)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan