LombokPost - Dinas Perikanan Kota Mataram mengusulkan bantuan dana sebesar Rp 3 miliar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Anggaran tersebut direncanakan untuk melanjutkan penataan kampung ikan yang berada di kawasan Pasar Ikan Bersih Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro. Termasuk mengatasi persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sering dikeluhkan bau dan mampet.
“Jika kita tidak dapat tahun ini, semoga tahun 2027 usulan itu bisa direalisasikan untuk pembangunan pasar ikan bersih tahap selanjutnya,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Bachtiar Yulianto.
Bachtiar menjelaskan, usulan dana ke pusat itu nantinya akan dialokasikan untuk penataan lantai pasar, pembangunan struktur atap di bagian tengah, serta perbaikan sistem sanitasi dan IPAL.
Masalah IPAL menjadi salah satu fokus perhatian utama agar kawasan pasar tersebut benar-benar higienis dan tidak mencemari lingkungan sekitar kawasan pantai.
Baca Juga: Dinas Perikanan Kota Mataram Rutin Lepas 20 Ribu Benih Ikan ke Sungai
Sembari menunggu kepastian usulan anggaran dari KKP RI tersebut, Pemkot saat ini telah menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 900 juta.
Dana tersebut difokuskan untuk pengerjaan fisik tahap awal. Yakni pemasangan dan penyelesaian sayap atap pada seluruh lapak pasar.
Pengerjaan fisik atap ini diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan ke depan. Untuk daya tahan bangunan, dinas memilih material khusus yang ramah lingkungan pesisir.
“Jenis bahan atap yang digunakan adalah PVC menggantikan spandek. Biar mencegah korosi akibat uap air laut dan cuaca pantai, karena kan lokasi pasar ikan bersih ini berada tepat di kawasan Pantai Bintaro," jelasnya.
Pihaknya memastikan, proses pengerjaan konstruksi atap selama tiga bulan ini tidak akan mengganggu atau melumpuhkan aktivitas transaksi ekonomi warga setempat.
Pengerjaan proyek dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan jam operasional pasar.
Baca Juga: Dinas Perikanan Mataram Kucurkan Bantuan Rp 1,699 Miliar
Berdasarkan pemantauan di lapangan, aktivitas jual beli di pasar tersebut tergolong singkat, yakni hanya berlangsung sekitar 3-4 jam mulai pukul 04.00 WITA hingga 07.00 WITA.
Para pedagang yang memanfaatkan fasilitas pasar ini tidak hanya berasal dari nelayan Kota Mataram, melainkan juga distributor ikan dari berbagai kabupaten penyangga di Pulau Lombok.
"Di atas pukul 07.00 WITA, aktivitas pedagang sudah sepi. Sehingga para pekerja proyek bisa melaksanakan kegiatan penataan fisik secara maksimal dan normal tanpa memicu hambatan bagi para penjual maupun pembeli," tambahnya.
Sebelumnya, Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, pembangunan sarana prasarana Pasar Ikan Bintaro dipenuhi secara bertahap. Dengan mengalokasikan kelanjutan anggaran murni daerah pada tahun 2027 mendatang.
“Ini kan memang pengerjaannya bertahap, karena dari APBD,” katanya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan