LombokPost– Ada kado yang datang bukan dalam bentuk bingkisan, melainkan sebuah pengakuan atas kerja panjang membangun pelayanan masyarakat. Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Mataram, kota ini menerima penghargaan sebagai Kota Siaga Stroke kedua di Indonesia, sebuah capaian yang diberikan melalui ANGELS Initiative bersama World Stroke Organization (WSO).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian apel upacara peringatan HUT ke-33 Kota Mataram. Momentum itu terasa semakin spesial karena penghargaan lahir dari penilaian terhadap sistem penanganan stroke yang melibatkan rumah sakit, layanan kegawatdaruratan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat.
Di usia 33 tahun, Kota Mataram mengusung tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan”. Tema tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk tidak hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga memastikan pelayanan dan kualitas kehidupan masyarakat terus diperkuat.
Dalam konteks itulah, predikat Kota Siaga Stroke menjadi salah satu capaian yang memiliki makna khusus. Sebab, yang dinilai bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan kesiapan sebuah kota menghadapi salah satu kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat berujung pada kematian maupun kecacatan.
Direktur RSUD Kota Mataram dr. Hj. Eka Nurhayati menjelaskan, predikat tersebut merupakan capaian kumulatif. Di dalamnya terdapat kontribusi RSUD Kota Mataram, layanan Public Safety Center (PSC), serta kader yang ikut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap stroke.
Dari sisi rumah sakit, RSUD Kota Mataram telah mencapai Diamond Status, tingkatan tertinggi dalam penilaian penatalaksanaan stroke melalui program WSO-Angels. Sementara itu, kesiapan layanan kegawatdaruratan dan keterlibatan masyarakat menjadi mata rantai lain yang memperkuat sistem penanganan stroke di Kota Mataram.
Dengan demikian, penghargaan yang diterima Mataram menjadi gambaran bahwa upaya membangun pelayanan kesehatan tidak berdiri sendiri. Ada sistem yang harus saling terhubung sejak masyarakat mengenali gejala, layanan kegawatdaruratan bergerak, hingga pasien mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Baca Juga: KPP Pratama Mataram Timur Kenalkan Pajak kepada Pelajar Lombok Barat Lewat Pajak Bertutur 2026
Karena itu, penghargaan yang diterima bertepatan dengan momentum HUT ke-33 bukan sekadar tambahan daftar prestasi Kota Mataram. Ini menjadi gambaran bagaimana semangat “Merawat Kota” diterjemahkan ke dalam pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Sebab merawat kota pada akhirnya bukan hanya menjaga jalan, taman, gedung, maupun ruang publik. Pemerintah Kota Mataram sendiri menempatkan peningkatan kualitas pelayanan dan kehidupan masyarakat sebagai bagian penting dari makna tema HUT ke-33.
Dan ketika sebuah kota mampu membangun sistem agar warganya memiliki peluang lebih besar untuk diselamatkan saat serangan stroke terjadi, di sanalah harapan itu tumbuh dalam bentuk yang paling nyata.
Predikat Kota Siaga Stroke kedua di Indonesia akhirnya menjadi kado terspesial di usia ke-33 Mataram: sebuah penghargaan yang bukan hanya mengabadikan capaian hari ini, tetapi sekaligus membawa pesan bahwa pelayanan kesehatan harus terus dirawat, dipertahankan, dan ditingkatkan.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post