LombokPost– Matahari mulai condong ketika ribuan langkah bergerak dari kawasan Lombok Epicentrum Mall. Minggu sore itu, warga Kota Mataram diajak berolahraga.
Di samping itu, dikenalkan pada cara baru bertransaksi. Lewat Sunset QRIS Run 2026 semangat hidup sehat berpadu dengan kampanye digitalisasi.
Kegiatan yang digelar Bank Indonesia Perwakilan NTB pada 17 Agustus tersebut menjadi bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026. Fun run sejauh sekitar lima kilometer itu sekaligus menjadi rangkaian menyambut HUT ke-33 Kota Mataram.
Peserta berlari dari kawasan Epicentrum menuju Islamic Center Mataram sebelum kembali ke titik finis. Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana bersama Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas melepas langsung peserta.
Kegiatan tersebut menjadi cara menarik untuk memperkenalkan digitalisasi kepada masyarakat. Melalui aktivitas yang ringan, sehat, dan menyenangkan.
“Ini kegiatan yang penting untuk mempercepat proses digitalisasi sekaligus sebagai edukasi dan literasi penggunaan QRIS,” ujar Mohan.
Sunset QRIS Run mempertemukan olahraga, ruang publik, dan teknologi dalam satu kegiatan. QRIS selama ini identik dengan transaksi di kasir atau layar ponsel dibawa lebih dekat ke kehidupan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga: RANS Carnival Warnai Perayaan HUT ke-33 Kota Mataram
Mohan pun mengapresiasi BI NTB yang terus menghadirkan kegiatan positif. Melibatkan masyarakat secara luas.
Menurutnya, ruang-ruang kebersamaan seperti itu penting untuk dirawat. Kota tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi melalui interaksi dan kebersamaan warganya.
“Saya berterima kasih kepada Kepala BI yang terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan bagi masyarakat, menghimpun kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini, membahagiakan dan memberikan semangat kepada kita semua untuk terus menyemarakkan berbagai macam kegiatan warga masyarakat,” katanya.
Menariknya, konsep kegiatan tersebut seolah menggambarkan wajah Mataram yang sedang bergerak. Kota tetap mempertahankan ruang kebersamaan warganya, tetapi pada saat yang sama mulai semakin akrab dengan teknologi dan transaksi digital.
Di bawah langit Mataram, ribuan peserta akhirnya menyelesaikan lintasan lima kilometer. Sebuah perayaan sederhana, tetapi menyimpan pesan besar: Mataram menjadi kota yang nyaman ditinggali.
“(Juga) kota yang siap bergerak mengikuti perubahan zaman,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post