LombokPost– Merayakan ulang tahun kota tak selalu harus dengan panggung dan kemeriahan. Di Mataram, perayaan HUT ke-33 justru diwarnai aktivitas sederhana: kuas, cat, dan gotong royong.
Para aparatur sipil negara (ASN) turun langsung mempercantik sejumlah fasilitas publik. Agar wajah kota terlihat lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Setelah sebelumnya mengecat kanstin di sepanjang trotoar kawasan Jalan Pejanggik, seluruh jajaran kembali bergerak pada Kamis (27/8). Kali ini, sejumlah jembatan di berbagai wilayah kota dicat ulang secara serentak.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan dan dibagi ke titik-titik yang telah ditentukan.
Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana turut turun langsung bersama Sekda Kota Mataram H. L. Alwan Basri. Tidak ada sekat antara pejabat dan staf.
Mereka berbaur. Memegang kuas, dan mengerjakan bagian masing-masing. Memperbarui tampilan fasilitas yang setiap hari digunakan masyarakat.
“Seluruh OPD lingkup Pemerintah Kota Mataram dikerahkan dan dibagi ke sejumlah titik jembatan yang telah ditentukan agar nuansa kemeriahan terasa,” ujar Mohan.
Pengecatan itu tidak sekadar soal mengembalikan warna jembatan. Pemkot ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengingat ruang publik merupakan bagian dari wajah kota yang harus dirawat bersama.
Baca Juga: Sunset QRIS Run 2026 Dorong Akselerasi Digitalisasi di Kota Mataram
Fasilitas yang sudah dibangun membutuhkan kepedulian agar tetap nyaman dan layak digunakan masyarakat. “Keterlibatan langsung ASN juga menunjukkan penataan kota tidak hanya bergantung pada pekerjaan fisik melalui program pemerintah. Perawatan lingkungan dan fasilitas publik membutuhkan keterlibatan bersama agar hasil pembangunan dapat terjaga dalam jangka panjang,” katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-33 Kota Mataram. Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan melalui gotong royong membersihkan kawasan Jalan Pejanggik sekaligus mengecat kanstin trotoar
Kuas yang bergerak dari satu tangan ke tangan lain menjadi simbol sederhana tentang bagaimana sebuah kota seharusnya dirawat. Pemerintah menata dan memelihara, sementara masyarakat ikut menjaga agar ruang-ruang publik tetap bersih, tertib, dan nyaman.
“Ini simbol kebersamaan dalam menghadirkan kota yang semakin nyaman, bersih, tertata, dan membanggakan bagi warganya,” ujarnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Rilis