Wali Kota Mohan Ajak Seluruh Elemen Perkuat Estafet Pembangunan Kota

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:35 WIB
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana bersama jajaran forkopimda berfoto bersama usai Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Mataram dalam rangka HUT ke-33 Kota Mataram.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana bersama jajaran forkopimda berfoto bersama usai Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Mataram dalam rangka HUT ke-33 Kota Mataram.

 

 

 

LombokPost– Tiga puluh tiga tahun perjalanan Kota Mataram bukan sekadar hitungan usia. Di baliknya ada pembangunan yang dirintis, diteruskan, diperbaiki, dan dijaga lintas pemerintahan serta lintas generasi. 

Memasuki usia ke-33, semangat itu kembali ditegaskan. “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan,” kata Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menyampaikan tema dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Mataram dalam rangka HUT ke-33 Kota Mataram, Sabtu (29/8).

Menurutnya, perjalanan kota ini merupakan hasil kerja bersama. Melibatkan banyak pihak yang terus melanjutkan pembangunan dari masa ke masa.

“Tiga puluh tiga tahun adalah perjalanan panjang. Ada yang memulai, ada yang meneruskan, ada yang memperbaiki, dan ada yang menjaga agar apa yang sudah dibangun tidak kembali ke titik awal,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan Kota Mataram tidak dapat dilepaskan dari kontribusi banyak elemen. Pemerintah, DPRD, para pemimpin terdahulu, tokoh agama dan masyarakat.

Berikutnya ada ASN, guru, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, pedagang. Kemudian pekerja, komunitas, anak muda, dunia usaha hingga masyarakat luas memiliki peran membentuk wajah kota hari ini.

“Mataram tidak tumbuh karena satu tangan. Mataram tumbuh karena banyak tangan yang saling meneruskan,” tegasnya.

 

Baca Juga: ASN Pemkot Mataram Gotong Royong Percantik Trotoar dan Jembatan Kota

Sejumlah capaian menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Pada 2025, ekonomi Kota Mataram tumbuh 5,43 persen dengan inflasi 3,21 persen.

Indeks Pembangunan Manusia mencapai 82,37 atau masuk kategori sangat tinggi. Prevalensi stunting turun menjadi 5,53 persen, sedangkan angka kemiskinan berada di level 7,15 persen.

Namun, capaian tersebut tidak dipandang sebagai garis akhir. Di balik angka pertumbuhan ekonomi masih terdapat masyarakat yang membutuhkan penguatan ekonomi. 

Begitu pula persoalan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, kesempatan generasi muda, serta berbagai kebutuhan warga yang harus terus dijawab. Karena itu, Mohan menyebut tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan” bukan sekadar slogan perayaan. 

Merawat berarti mempertahankan hal-hal yang sudah baik sekaligus berani memperbaiki kekurangan. “Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya apa yang kita bangun hari ini, tetapi seberapa kuat fondasi yang kita siapkan agar pembangunan dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” katanya.

Di usia ke-33, semangat tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari gotong royong membersihkan serta mengecat kanstin dan jembatan, kegiatan kebersamaan warga, olahraga bersama, hingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Rangkaian itu menjadi simbol merawat Mataram bukan hanya tugas pemerintah, tetapi pekerjaan bersama. Sebab, bagi kota yang terus tumbuh, pembangunan tidak berhenti pada apa yang telah dicapai. 

“Ada tanggung jawab menjaga hasil yang sudah baik, membenahi yang masih kurang, dan menyiapkan ruang yang lebih baik bagi generasi berikutnya,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
HUT 33 Kota Mataram Merawat Kota Mohan Roliskana Estafet Pembangunan Capaian Pembangunan Kota Mataram