LombokPost - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram kembali menggelar ajang tahunan Gelar Posyantek dan Inovasi Daerah (Inovda) sebagai wadah memperkuat ekosistem inovasi lokal. Melalui gelaran ini, Pemkot menegaskan komitmennya untuk mempertahankan predikat sebagai kota terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selama empat tahun berturut-turut.
Kepala Brida Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengungkapkan, pesan utama yang ingin disampaikan kepada publik adalah bahwa menghadirkan teknologi dan inovasi tidak selamanya rumit atau mahal. Kreativitas memanfaatkan potensi di sekitar lingkungan justru menjadi poin inti dari sebuah inovasi.
"Inovasi itu bukan sesuatu yang sulit. Bagaimana kita senantiasa berkreativitas dengan apa yang ada di sekitar kita, memanfaatkan sesuatu yang murah dan meriah tapi bernilai keren, itu poin inovasinya dapat,” kata Nyoman.
Baca Juga: BRIDA NTB Serahkan Bantuan Gerobak Listrik Ramah Lingkungan Ke PKL
Proses seleksi ketat telah berlangsung sejak dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Saat ini, sebanyak 30 inovator dari Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) kelurahan dan kecamatan tengah beradu karya. Di sisi lain, tercatat ada 118 inovator daerah yang berhasil masuk verifikasi sistem setelah memenuhi 20 indikator penilaian Inovda.
Seluruh karya yang lolos verifikasi tersebut akan didaftarkan ke sistem Kemendagri untuk bersaing di tingkat nasional. Nyoman optimistis, dengan banyaknya inovasi berkualitas yang dikirimkan, Kota Mataram mampu meraih kembali penghargaan IGA Award yang sebelumnya telah berhasil dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut.
"Semua inovasi ini kita masukkan ke sistem IGA Award. Panitia pusat yang akan menyeleksi. Kami sangat optimistis tahun ini Kota Mataram bisa kembali mempertahankan prestasi tersebut," ujarnya.
Baca Juga: BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Riset Pariwisata Halal Lombok Lewat Policy Brief
Sederet produk unggulan menjadi andalan Kota Mataram dalam kompetisi tahun ini. Salah satu fokus utamanya adalah pengolahan bahan atau barang bekas menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. Para inovator lokal dinilai sukses memberikan sentuhan kreatif pada limbah. Seperti kain perca dan bahan tak terpakai lainnya, hingga mampu menembus pasar ekspor.
Penjurian tingkat daerah saat ini masih terus berjalan untuk menentukan karya terbaik. Hasil penilaian dan pengumuman pemenang IGA Award dari Kemendagri sendiri dijadwalkan bakal berlangsung pada akhir tahun, sekitar September atau Oktober mendatang.
Baca Juga: Brida Sumbawa Barat Umumkan Sembilan Juara Inovasi 2026, Ini Daftarnya
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” jelasnya.
Seperti yang dikatakan Lurah Karang Taliwang Lalu Halit Wahyu, pihaknya telah memamerkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dirancang warganya. Tim dari Brida pun sudah melakukan penilaian.
“Ya kami berharap bisa lolos seleksi. Karena TTG yang rancang ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan