Bulog NTB Pastikan Harga MinyaKita Sesuai Ketentuan HET Rp 15.700

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:58 WIB

 

Kurnia Rahmawati
Kurnia Rahmawati

 

 

LombokPost– Perum Bulog memastikan harga Minyakita yang disalurkan kepada pengecer di wilayah NTB tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter. Bulog menyebut harga dari gudang berada di kisaran Rp 14.500 per liter.

“Pengambilan di gudang itu harganya Rp1 4.500. Di Bulog maksimal HET oleh pedagang itu Rp 15.700,” kata Manajer Pemasaran Bulog NTB Kurnia Rahmawati, Jum'at (4/9).

Ia menegaskan, posisi Bulog dalam rantai distribusi saat ini berada sebagai pemasok kepada pengecer. Namun ia menegaskan penyaluran Minyakita Bulog saat ini masih difokuskan di pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). 

Sistem tersebut menjadi salah satu basis pencatatan dalam penyaluran komoditas pangan. “Itu pasar pencatatan,” terangnya.

Untuk wilayah Kota Mataram, Kurnia menyebut sejumlah pasar yang menjadi titik distribusi Minyakita Bulog. Antara lain Pasar Mandalika dan Pasar Kebon Roek.

Menurutnya, keterbatasan pasokan membuat distribusi saat ini masih diprioritaskan melalui pasar-pasar tersebut. Namun, jika pasokan Minyakita yang diterima Bulog bertambah, penyaluran dapat diperluas ke pasar di luar SP2KP.

“Kalau pasokan kita juga bertambah lebih banyak, kita juga bisa supply ke pasar non-SP2KP,” ujarnya.

 

Baca Juga: Aruna Senggigi Resort & Convention Gelar Lomba Mewarnai Dorong Krestivitas dan Daya Saing Anak

Kurnia menegaskan, Bulog tidak menjadi satu-satunya BUMN pangan yang mendapatkan alokasi Minyakita. Berdasarkan pembagian kuota dari pemerintah pusat, BUMN pangan mendapatkan porsi 35 persen yang kemudian masih dibagi dengan BUMN pangan lainnya.

“Jadi Bulog juga tidak mendapatkan 100 persen dari 35 ini, karena ada BUMN pangan lainnya,” terangnya.

Dalam pola distribusi tersebut, Bulog berada pada posisi D1. Menyalurkan Minyakita kepada pengecer. 

Selanjutnya, pengecer menjual produk tersebut langsung kepada konsumen. “Sebagai perusahaan kami menjual ke pengecer. Jadi pengecer menjual langsung pada konsumen,” jelasnya.

Ia memastikan pengecer yang mendapatkan pasokan Minyakita melalui jalur Bulog di pasar SP2KP diharapkan tetap menjual sesuai HET yang berlaku.Pasar SP2KP pada pedagang kami, pengecer kami, insyaallah juga masih menjual sesuai HET,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida, mengatakan Bulog telah memiliki mitra. Tugasnya menyalurkan Minyakita.

Menurut Nida, pengawasan tetap dilakukan. Memastikan harga tidak melampaui ketentuan. 

Disdag meminta masyarakat ikut melaporkan jika menemukan mitra Bulog menjual Minyakita di atas HET. Laporan dapat disertai foto atau video agar mudah ditindaklanjuti. 

“Laporkan ke kami agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya. 

 

Baca Juga: Konsolidasi BUMN Karya Berlanjut, Adhi Karya dan PTPP Siapkan Penggabungan

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Harga MinyaKita Bulog NTB Pasar SP2KP Mataram HET Disdag Kota Mataram MinyaKita