LombokPost– Pengembangan pariwisata ramah Muslim di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya berbicara soal destinasi, hotel, dan kuliner. Sektor kesehatan juga ikut menjadi perhatian.
Hal itu terlihat dari masuknya RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram sebagai salah satu lokasi site visit penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. “Tim penilai melakukan kunjungan ke sini. Mereka melihat langsung sejumlah fasilitas dan layanan yang tersedia,” ungkap Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. N.K. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., Selasa (8/9).
Kunjungan itu didampingi oleh Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD H. Moh. Ruslan, dr. H. Tris Cahyoso, M.A.R.S., turut mendampingi proses penilaian. Tim melihat sejumlah fasilitas unggulan rumah sakit.
“Di antaranya PSC 119 Mataram Emergency Medical Service (MEMS), Hyperbaric Chamber, Poli Eksekutif, Unit Hemodialisis (HD), masjid, hingga Graha Mentaram,” terangnya.
Penilaian IMTI 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kementerian Pariwisata bersama Bank Indonesia melalui Dewan Juri Indonesia Muslim Travel Index. Penilaian dilakukan untuk melihat kesiapan daerah membangun ekosistem pariwisata yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Kehadiran RSUD Ruslan dalam penilaian tersebut menunjukkan aspek kesehatan mulai dipandang sebagai bagian penting mendukung sektor pariwisata. “Keberadaan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses dapat menjadi salah satu unsur pendukung bagi daerah tujuan wisata,” tegasnya.
Menurutnya, wisatawan membutuhkan rasa aman selama berada di daerah tujuan wisata. Akses terhadap fasilitas kesehatan menjadi salah satu faktor pendukung ketika wisatawan membutuhkan layanan medis.
Baca Juga: Wali Kota Minta Sekda Petakan Lahan Tidur Pemerintah untuk Gapoktan
Selain layanan kesehatan, tim penilai turut melihat keberadaan fasilitas ibadah di lingkungan rumah sakit. Masjid menjadi salah satu fasilitas yang ikut ditinjau.
Fasilitas pendukung kebutuhan wisatawan tidak berhenti pada layanan kesehatan. “Keberadaan sarana ibadah seperti masjid di lingkungan rumah sakit juga menjadi bagian yang relevan dalam mendukung pelayanan yang ramah bagi wisatawan Muslim,” terangnya.
Keterlibatan RSUD Ruslan dalam site visit IMTI 2026 sekaligus memperluas perspektif pengembangan pariwisata ramah Muslim di NTB. Konsep tersebut tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga ekosistem layanan yang mendukung kebutuhan wisatawan.
“Sinergi antara sektor kesehatan, pariwisata, dan berbagai sektor pendukung lainnya dapat semakin memperkuat NTB sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim yang unggul dan berkelas dunia,” harapnya.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post