Ismul Hidayat Nilai Pemkot Belum Serius Anggarkan Sektor SDM dan Ekonomi

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:54 WIB
Ismul Hidayat
Ismul Hidayat

 

 

 

LombokPost– Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat menilai arah belanja pemkot perlu lebih serius mendukung prioritas pembangunan. Terutama penguatan sumber daya manusia (SDM) serta peningkatan kemandirian ekonomi dan daya saing.

 

“Sebab dua sektor tersebut menjadi dua dari lima prioritas pembangunan Kota Mataram dalam dokumen strategi belanja daerah 2026,” ungkapnya, Rabu (9/9).

 

 Namun, menurut dia, kebijakan anggaran pemerintah belum sepenuhnya menunjukkan keberpihakan terhadap dua prioritas tersebut. “Pemerintah belum serius belanja untuk poin satu dan dua,” kata politisi PKS tersebut.

 

Dalam dokumen strategi belanja daerah 2026, penguatan sumber daya manusia ditempatkan sebagai prioritas pertama. Sementara peningkatan kemandirian ekonomi dan daya saing menjadi prioritas kedua.

 

Baca Juga: Bea Cukai Mataram Musnahkan 6,7 Juta Batang Rokok Ilegal

 

Menurutnya, penempatan kedua sektor tersebut sebagai prioritas seharusnya diikuti dengan dukungan anggaran memadai. Sebab, kualitas SDM dan kekuatan ekonomi menjadi fondasi penting mendorong produktivitas serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

Ia menilai konsistensi antara dokumen perencanaan dan kebijakan belanja perlu diperkuat. Jangan sampai prioritas hanya tertulis dalam dokumen, tetapi belum tercermin secara optimal dalam pengalokasian anggaran.

 

“Kalau memang sudah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan, maka belanjanya juga harus menunjukkan keseriusan pemerintah,” tekannya.

 

Ismul berharap pembahasan dan pelaksanaan anggaran tidak hanya berorientasi penyerapan. Setiap belanja harus diarahkan menjawab kebutuhan masyarakat.

 

 

Baca Juga: Dari Dharma untuk Alam, 180 Peserta Ramaikan UDG XVI Kota Mataram

 

Dalam dokumen tersebut, selain penguatan SDM dan kemandirian ekonomi, tiga prioritas lainnya ialah penguatan tata kelola pemerintahan. Kemudian peningkatan resiliensi dan kondusivitas wilayah, serta peningkatan kelestarian lingkungan dan kualitas infrastruktur.

 

Kepala Bappeda Kota Mataram Lalu Bramantyo Ganeru mengatakan pemerintah daerah tetap menempatkan penguatan ekonomi sebagai bagian penting dalam arah pembangunan 2026. Salah satu indikatornya terlihat dari target pertumbuhan ekonomi Kota Mataram yang dipatok 6,03 persen pada 2026. 

 

“Target tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi 2025 yang berada di angka 5,44 persen,” paparnya dalam kesempatan berbeda. 

 

Menurut Bramantyo, target tersebut tidak dibuat tanpa dasar. Pemkot mengacu pada dokumen RPJMD Kota Mataram yang menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada 2030.

 

 

Baca Juga: Ini Pesan Menyentuh Wali Kota Mohan di Masjid Pusaka Pagutan

“Target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 6,03 persen itu tidak berlebihan,” katanya. 

 

Dari sisi perencanaan, target tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai angka dalam dokumen. Pemkot juga menjadikannya salah satu indikator keberhasilan pembangunan. 

 

“Penguatan ekonomi dan daya saing daerah diarahkan untuk berjalan seiring dengan prioritas pembangunan lainnya,” ucapnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Ismul Hidayat Komisi III Mataram Strategi Belanja Daerah Mataram 2026 Bappeda Kota Mataram Pertumbuhan Ekonomi