Satpol PP Kota Mataram Ketat Patroli Pinggiran Kota

Chia • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:30 WIB
Kasat Pol PP Kota Mataram Irwan Rahadi
Kasat Pol PP Kota Mataram Irwan Rahadi

LombokPost - Menanggapi maraknya aksi sekelompok pemuda yang berkendara sambil membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Kota Mataram, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram memastikan akan memperketat pengawasan, khususnya di wilayah pinggiran kota.

Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, menegaskan, penanganan hukum terkait dugaan aksi kriminal tersebut sepenuhnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Pihaknya saat ini fokus membantu menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat (trantibum).

“Pertama, kita ingin pastikan kejadian ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Terduga yang ada dalam video itu juga sudah ditangani. Untuk kronologis detailnya, itu ranah kepolisian,” kata Irwan Rahadi. 

Baca Juga: Kominfo dan Satpol PP Sinergi Bendung Rokok Ilegal pada Gen Z

Aksi para oknum pemuda tersebut sebelumnya sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, sekelompok pemuda melintas di sekitar Bundaran Tugu Mataram Metro, Jempong, pada Jumat dini hari (11/9) sekitar pukul 00.33 WITA dengan membawa benda panjang yang diduga kuat senjata tajam.

Berdasarkan pemetaan awal, Irwan membeberkan, para pelaku aksi keresahan di jalanan ini rata-rata merupakan anak-anak putus sekolah. Motif atau tindakan mereka kerap kali bersifat acak atau random dan dilakukan pada jam-jam rawan.

“Kejadiannya sebagian besar terjadi pada jam-jam rawan di atas pukul 01.00 atau 02.00 WITA," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Satpol PP bakal meningkatkan pola patroli mobile. Irwan menyebutkan, kawasan pinggiran kota menjadi atensi utama petugas karena kerap dimanfaatkan oknum pemuda untuk beraksi.

“Seperti kawasan Jembatan Sujono, jalan bypass, kawasan Turida, Jalan Tuan Guru Faisal, hingga Jalan Ahmad Yani,” paparnya.

Irwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada tengah malam jika tidak ada urusan mendesak. Selain itu, partisipasi warga dalam memberikan informasi sangat dibutuhkan agar petugas dapat merespons cepat setiap potensi gangguan keamanan.

Baca Juga: Satpol PP Mataram Segera Panggil Pengelola Bajawa Flores, Sentil Narasi 'Dugem Syariah'

“Kami minta masyarakat ikut berpartisipasi mengawasi. Jika melihat hal mencurigakan, segera lapor agar bisa kami respon cepat,” pungkasnya.

Video berdurasi 1 menit 7 detik yang memperlihatkan sekelompok pemuda memamerkan berbagai macam sajam sepanjang 1 meter. Pamer sajam itu mereka lakukan sambil melontarkan kata-kata kotor.

"We tandak aku (tandain wajah saya), tandak aku (tandain wajah saya)," kata salah satu pemuda dalam video tersebut. 

Kolom komentar di media sosial @LombokPostofficial dibanjiri respons bernada kecaman, desakan tindak tegas, hingga kritik terhadap aksi yang dinilai sangat meresahkan tersebut.

Sejumlah warganet meluapkan kekesalannya dengan menilai tindakan para pemuda tersebut hanyalah bentuk pencarian sensasi di media sosial semata. Beberapa akun menyindir gaya sok jago para pelaku yang dinilai justru memalukan.

"Manusie-manusie sak mele viral doang tie (orang-orang yang cuma mau viral aja itu)," tulis akun @jnuarhidayat di kolom komentar.

Tak sedikit netizen yang meminta publik untuk mengidentifikasi dan membagikan informasi mengenai asal-usul para pelaku agar bisa dimintai pertanggungjawaban.

Selain kecaman terhadap pelaku, dorongan kuat juga diarahkan kepada aparat kepolisian agar segera turun tangan dan meningkatkan intensidad patroli malam. Pengguna media sosial ramai-ramai menandai (tag) akun resmi kepolisian, seperti Polda NTB dan Polsek Mataram, untuk mendesak penangkapan.

"Tolong ini meresahkan banget @nickytaruna @poldantb @kapolsekmatramanofficial," tulis akun @nadiarahmalia01. 

Sementara itu, akun @trykusumojati menyoroti pentingnya kehadiran petugas di jalanan saat jam-jam rawan. 

 

“Polisi kudu patroli sih biar kerja..." tulisnya.

Aksi koboi para pemuda ini menjadi perhatian luas warga Kota Mataram yang khawatir akan ketertiban umum. Masyarakat berharap aparat aparat bergerak cepat menangkap para oknum agar memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang kembali. (chi) 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Mataram Satpol PP Mataram