LombokPost - Suasana duka menyelimuti keluarga I Putu Angga Santyana (28), warga Lingkungan Seksari, Kelurahan Cakranegara Utara, Kota Mataram. Pria yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Kapal Virgo Transport 8 tersebut dipastikan menjadi salah satu korban dalam insiden tenggelamnya kapal yang hingga kini masih dalam proses pencarian.
Ayah korban, I Gede Sentane, menceritakan detik-detik menegangkan saat dirinya mengetahui musibah tersebut melalui media sosial TikTok pada Minggu pagi pukul 09.00 Wita. Awalnya, menantunya sempat mencoba menghubungi korban pada dini hari namun tidak diangkat karena dikira sedang beristirahat usai lepas jaga.
"Pas hari Minggu pagi jam 9 lihat di TikTok, eh kok ini kapal tempat anak saya kerja tenggelam. Saya enggak percaya karena anak saya baru sekali balik dari Surabaya hari Jumat setelah acara anaknya yang nomor dua,” kata Gede Sentane saat ditemui di kediamannya.
Baca Juga: ABK Indonesia yang Selamat dari Ledakan Kapal MV Gold Autumn Segera Dipulangkan Kemenlu RI
Kapal Virgo Transport 8 tenggelam dan terbaliknya pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sekitar pukul 01.00–02.00 waktu setempat di perairan Masalembo, Laut Jawa, dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin
Berdasarkan informasi dari rekan korban yang selamat dan sekarang dirawat di Rumah Sakit Banjarmasin, musibah bermula saat pergantian shift jaga pukul 08.12 malam. Teman korban yang naik ke atas kapal melihat posisi kapal sudah miring. Korban bersama rekannya sempat bergegas mengambil pelampung dan mengenakan pakaian seragam kerja (wearpack). Namun nahas, saat pelampung dilempar, posisinya terbalik, membuat korban hanya bisa berpegangan di pelampung bersama rekannya yang selamat.
Hingga hari ketiga pascakejadian, pihak keluarga mengaku belum menerima kepastian dari instansi berwenang terkait nasib Angga. Berbagai upaya telah dilakukan keluarga mulai dari melapor ke Polda NTB dan Basarnas. Dari data yang diberikan, nama Angga belum terdaftar dalam list korban yang selamat maupun meninggal.
“Harapannya ya biar cepat ketemu anak saya selamat, bisa dia kumpul sama anak istrinya. Anaknya masih kecil-kecil, yang paling besar umur 3 tahun dan yang kecil mau masuk 5 bulan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, istri dari Angga, hingga kini, keluarga masih menunggu kepastian kabar keberadaan Angga dan berharap seluruh kru dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Rinda mengaku pertama kali mengetahui kabar tenggelamnya kapal yang ditumpangi suaminya melalui siaran langsung di media sosial TikTok pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, beredar kabar mengenai peristiwa tenggelamnya kapal Virgo Transport 8.
"Saya lihat ada live kapal Niki Mila. Di situ disebut Virgo tenggelam, lalu saya tanyakan di komentar kapal Virgo berapa, dijawab Virgo Transport 8. Sontak saya langsung kaget dan memberitahu mertua saya," ujarnya.
Sebelumnya, informasi resmi mengenai insiden tersebut belum beredar luas di media sosial. Rinda terus memantau perkembangan hingga berita tenggelamnya kapal baru ramai dipublikasikan sekitar pukul 09.30 WITA. Ia juga berusaha mencari informasi ke rekan-rekan suaminya sesama pelaut.
Komunikasi terakhir antara Rinda dan suaminya terjadi pada Sabtu malam. Saat itu, Angga sempat membalas pesan WhatsApp sekitar pukul 23.00 WITA usai menjalankan tugas di kamar mesin. Pada Sabtu siang, suaminya juga sempat mengabarkan bahwa kondisi gelombang laut di jalur pelayaran tergolong besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Rinda dari sesama rekan pelaut dan korban selamat, kapal tersebut diperkirakan membawa sekitar 30 orang kru kapal serta ratusan penumpang. Saat insiden terjadi, beberapa kru sempat berusaha menyelamatkan diri menggunakan sekoci sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Kini, pihak keluarga hanya bisa berharap adanya kabar baik dari proses pencarian yang sedang berlangsung.
“Harapan saya semoga suami saya masih selamat, bisa pulang, dan berkumpul kembali bersama keluarga,” ungkapnya penuh harap.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan