LombokPost - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengestimasi kebutuhan anggaran untuk merivitalisasi secara menyeluruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) Selagalas mencapai Rp 5 miliar. Alokasi dana sebesar itu diperlukan guna merealisasikan grand design penataan kawasan hijau di wilayah timur Ibu Kota NTB tersebut yang telah rampung dibuat pada tahun ini.
“Kalau anggaran itu kurang lebih sekitar Rp 5 miliar yang harus disiapkan dari grand design nya. Itu kebutuhan, anggarannya belum ada,” kata Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi.
Denny mengatakan, anggaran sebesar Rp 5 miliar tersebut saat ini baru sebatas estimasi kebutuhan berdasarkan dokumen perencanaan, bukan dana yang sudah tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepastian pengerjaan fisik berskala besar sangat bergantung pada ketersediaan alokasi anggaran daerah. Apabila pada APBD 2027 mendatang alokasi anggaran belum memungkinkan untuk mengakomodasi nilai revitalisasi secara penuh, pihak DLH akan mengambil langkah realistis dengan memaksimalkan penataan pada fasilitas yang ada saat ini.
Baca Juga: DLH Kota Mataram Rencanakan Tambah Insinerator Baru di APBD Perubahan
“Kita coba rapikan. Rapikan dalam arti pohon-pohon yang terlalu rindang dan lebat kita pangkas, kemudian pedestrian yang rusak kita cicil sedikit demi sedikit untuk diperbaiki,” terangnya.
Terkait fasilitas penunjang seperti wahana permainan anak, Denny menyebutkan DLH telah melakukan perbaikan dan perapian sejak awal tahun. Adapun fasilitas olahraga seperti skatepark dipastikan tidak akan dibangun di RTH Selagalas. Pasalnya, fasilitas penunjang olahraga tersebut sudah difokuskan di RTH Udayana dan di Taman Loang Baloq.
Selain perbaikan vegetasi dan pedestrian, penataan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi prioritas DLH. Banyaknya lapak pedagang pakaian bekas atau thrifting. Dan lapak liar yang berjejer tidak tertata di kawasan Selagalas akan dirapikan agar fungsi estetika RTH tetap terjaga tanpa mematikan perekonomian warga.
“Kawasan itu nanti kita rapikan, termasuk penataan PKL-nya, jogging track, serta vegetasi pohonnya. Selagalas ini kan memang belum memiliki perencanaan komprehensif sebelumnya, berbeda dengan Pagutan atau Udayana. Gambar perencanaannya baru selesai sekarang, sehingga penataannya tinggal menunggu kesiapan anggaran,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan agar pembenahan dan perawatan untuk ruang publik khususnya taman atau RTH tidak bergantung pada anggaran. Setiap OPD pengelola dapat berinovasi untuk menggaet pihak ketiga agar tetap menghidupkan ruang publik tersebut.
“Meskipun ada keterbatasan anggaran, tapi tetap dihidupkan,” katanya. (chi)
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan