LombokPost - Rencana penambahan gedung rawat inap enam lantai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Ruslan Kota Mataram dipastikan belum bisa mengeksekusi pembangunan fisik dalam waktu dekat. Meski dokumen Detail Engineering Design (DED) dan kajian teknis telah rampung, proyek senilai Rp 200 miliar tersebut terbentur masalah ketersediaan anggaran yang masih kosong serta antrean prioritas pembangunan Pemkot Mataram.
“Kajian dan DED-nya sudah selesai, tapi uangnya yang belum ada. Makanya kita belum berani apa-apa,” kata Direktur Utama RSUD H Moh Ruslan Mataram Eka Nurhayati.
Baca Juga: Pemkot Mataram Bidik Lima Besar Kota Terbersih Nasional
Eka mengungkapkan, pihaknya belum berani mengambil langkah fisik apa pun lantaran kepastian sumber pembiayaan. Baik dari APBD maupun skema pembiayaan lain belum jelas. Pemkot saat ini masih memfokuskan alokasi anggaran daerah untuk merampungkan pembangunan Gedung Kantor Wali Kota Mataram atau Bale Mentaram.
“Kita tunggu saja, sebab saat ini pemerintah kota masih fokus merampungkan pembangunan gedung Kantor Wali Kota Mataram," ujarnya.
Rencana pembangunan gedung di lahan parkir belakang rumah sakit ini sebenarnya ditargetkan untuk mengatasi kurangnya kapasitas tempat tidur yang kerap penuh. Saat ini RSUD Mataram hanya memiliki sekitar 310 tempat tidur yang harus melayani pasien rujukan dari berbagai kabupaten/kota di NTB.
Melalui konsep bangunan vertikal enam lantai tersebut, RSUD diproyeksikan mendapat tambahan 200 hingga 250 tempat tidur. Namun, jika menyesuaikan dengan regulasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan yang membatasi kapasitas tempat tidur per ruangan, tambahan yang bisa direalisasikan maksimal sekitar 100 unit.
Untuk menyiasati alotnya pendanaan, pihak rumah sakit membuka opsi pembangunan secara bertahap apabila alokasi dana yang didapat nantinya terbatas.
“Kalau anggaran terbatas, misalnya hanya cukup untuk tiga lantai dulu, kita siap lakukan pembangunan bertahap. Opsi pembiayaan melalui APBD atau pinjaman daerah kemungkinan baru bisa dipertimbangkan setelah proyek Kantor Wali Kota selesai," pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana telah menyinggung mengenai rencana penambahan ruang rawat inap ini. Hal tersebut bersamaan dengan
Baca Juga: RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram Masuk Penilaian IMTI 2026
Kondisi inilah yang membuat Mohan harus memutar otak untuk menentukan skala prioritas. Manajemen RSUD diminta tidak hanya berfokus pada pengembangan program medis, tetapi juga harus cermat memperhitungkan kebutuhan infrastruktur penunjang yang paling mendesak bagi masyarakat luas.
“Bu Dir (Direktur RSUD) kan ada rencana menambah poli dan ruang rawat inap karena kapasitas kita terbatas. Nah, ini yang harus kita timbang-timbang dulu, mana yang lebih prioritas untuk saat ini,” tegasnya. (chi)
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan