Jelang MotoGP Pemesanan Hotel di Kota Mataram Masih Minim

Chia • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

LombokPost - Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Mataram tercatat masih berada di bawah 50 persen. Menjelang perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) Mandalika 2026 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.

"Kalau kita di Kota Mataram keterisiannya masih di bawah 50 persen. Dari segi harga sebenarnya tarif hotel di Mataram masih normal, seperti yang tertera di platform pemesanan online,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Leni Oktavia. 

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, Penerbangan Tambahan Tunjukkan Tren Positif

Kondisi ini terbilang masih cukup rendah jika dibandingkan dengan kawasan ring 1 Mandalika maupun kawasan wisata Senggigi yang keterisian kamarnya mulai merangkak naik. Berdasarkan data rakor koordinasi akomodasi bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB beberapa waktu lalu, keterisian hotel di wilayah ring 1 Mandalika sudah menembus angka 85 persen. Sementara di Senggigi juga mengalami kenaikan signifikan.

Leni menduga lowongnya keterisian kamar di Kota Mataram salah satunya dipicu oleh ulah oknum perantara atau calo yang memanfaatkan momen event internasional ini untuk berspekulasi melambungkan harga kamar.

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, Okupansi Hotel di Senggigi Lombok Barat Meningkat

"Pihak hotel sebenarnya menerapkan harga standar. Tapi kadang ada calo yang mengambil kesempatan, mereka berspekulasi sehingga harga yang sampai ke calon pembeli terkesan dinaikkan tinggi. Padahal dari hotel harganya normal," tegasnya.

 

Meski demikian, pihak Dispar optimis tingkat okupansi akan melonjak mendekati hari pelaksanaan balapan. Menurut Leni, kecenderungan penonton MotoGP saat ini adalah menunggu hingga mendekati hari H. 

“Sifatnya mereka sering wait and see, sebelum memutuskan memesan akomodasi dan membeli tiket,” ucapnya.

Berbeda dengan akomodasi hotel, Leni memastikan sektor kuliner di Kota Mataram justru diproyeksikan bakal panen raya. Pengalaman dari event-event sebelumnya menunjukkan kuliner khas Mataram selalu menjadi primadona yang diburu para wisatawan dan penonton.

 

"Kalau kuliner, kita sangat optimis. Setiap ada event MotoGP, restoran-restoran khas di Mataram seperti Ayam Taliwang pasti ramai bahkan sering kehabisan stok. Kuliner Mataram ini jauh lebih lengkap dibanding daerah lain," paparnya.

Selain kesiapan akomodasi dan kuliner, Kota Mataram juga bersiap menjadi tuan rumah agenda penyambutan para pebalap dalam acara Rider Parade yang dijadwalkan pada 11 Oktober mendatang.

Sebanyak sembilan pebalap dunia termasuk bintang MotoGP Marc Marquez. Serta pebalap Indonesia dari Moto3 seperti Mario Aji dan Arbi Aditama dijadwalkan ikut serta dalam konvoi tersebut. Rute parade akan dimulai dari depan Hotel Santika Mataram dan berakhir di Teras Udayana.

"Puncak acara parade ada di Teras Udayana. Fokus kami dari Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Satpol PP adalah memastikan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lokasi," jelasnya.

Ia juga menambahkan, sterilisasi area amphitheater Teras Udayana menjadi perhatian khusus guna mencegah penumpukan penonton di titik-titik rawan demi keselamatan bersama.

"Kapasitas penonton di area atas amphitheater akan kita batasi dan berikan jarak aman. Kami tidak ingin ada insiden fasilitas rusak atau hal tidak diinginkan seperti tahun-tahun sebelumnya karena euforia warga yang sangat tinggi," pungkasnya.  

Senada dengan itu, Kabid Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan BKD Kota Mataram Achmad Amrin mengatakan, perhelatan MotoGP tidak dapat mendongkrak target realisasi pajak hotel. Karena berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, okupansi hotel pada gelaran MotoGP tidak terlalu signifikan.

“Kita ini hanya daerah penyangga. Beda seperti tahun pertama itu, sampai rumah-rumah pun disewa,” ucapnya. (chi) 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Liputan
MotoGP Mandalika Mataram MotoGP 2026 okupansi hotel