LombokPost – Penataan kawasan terus dilakukan Pemerintah Kota Mataram untuk menghadirkan ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan memiliki fungsi yang jelas. Salah satunya di sepanjang Jalan Adi Sucipto, Rembiga, yang kini mulai tampil lebih lapang, bersih, dan hijau.
Koridor di depan eks Bandara Selaparang tersebut menjadi salah satu kawasan yang ditata setelah pemerintah merelokasi 105 pedagang kaki lima (PKL) ke kawasan eks Bandara Selaparang pada Maret 2026. Relokasi tersebut menjadi bagian awal dari penataan kawasan.
Setelah aktivitas perdagangan dipindahkan, pemerintah melanjutkannya dengan pembenahan infrastruktur. Khususnya trotoar yang sebelumnya banyak dimanfaatkan untuk aktivitas berjualan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram kemudian melakukan penataan fisik trotoar sepanjang kurang lebih 500 meter. Penataan tidak hanya mengembalikan fungsi jalur pedestrian, tetapi juga memasukkan unsur penghijauan melalui pembangunan planter box atau area tanam di bagian tengah trotoar.
Baca Juga: Dari Rekam Jejak hingga Isu Partai, Timsel KPID NTB Tegaskan Koridor Seleksi
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, penataan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan pejalan kaki. “Trotoar di depan Supermarket Mario lebarnya sekitar 3,5 meter. Kami padukan dengan taman mini, tapi tetap menyediakan ruang yang cukup untuk pejalan kaki,” kata Lale, kemarin (22/9).
Konsep tersebut membuat fungsi pedestrian tetap menjadi prioritas. Sementara keberadaan taman menjadi elemen penghijauan sekaligus memperkuat estetika koridor.
“Penataan itu diharapkan mampu meningkatkan nilai estetika Kota Mataram serta memberikan kenyamanan lebih bagi para pejalan,” ujarnya.
Dari Relokasi ke Penataan Kawasan
Baca Juga: MPP Mataram Mulai Lirik Arsip Digital, Dokumen Kertas Bakal Dikurangi
Penataan Jalan Adi Sucipto tidak berdiri sendiri. Program tersebut merupakan kelanjutan dari proses penataan aktivitas PKL di kawasan tersebut.
Sebelum direlokasi, sejumlah titik di sepanjang koridor Jalan Adi Sucipto dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan.
Kondisi tersebut membuat ruang pedestrian tidak sepenuhnya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki. Kemudian memunculkan persoalan kebersihan dari aktivitas perdagangan.
Pemkot Mataram kemudian merelokasi 105 PKL ke kawasan eks Bandara Selaparang pada 2 Maret 2026. Setelah kawasan dikosongkan, pemerintah memiliki ruang mengembalikan fungsi trotoar sekaligus melakukan pembenahan kawasan secara bertahap.
Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang sebelumnya mengatakan, relokasi tersebut membuat kondisi kawasan menjadi lebih kondusif, termasuk dari sisi kelancaran arus lalu lintas.
Baca Juga: Saluran Adisucipto Dipenuhi Sampah
“Alhamdulillah, setelah PKL direlokasi ke areal eks Bandara Selaparang pada 2 Maret 2026, kawasan tersebut kini lebih kondusif dan arus lalu lintas lebih lancar,” kata Martawang.
Tahapan berikutnya dilakukan melalui pembenahan fisik oleh PUPR. Konsep penataan diarahkan bukan sekadar memperbaiki permukaan trotoar, tetapi juga menghadirkan ruang hijau sebagai bagian dari desain kawasan.
Tata Infrastruktur, Penghijauan Diperkuat.
Dalam penataan tersebut, PUPR menangani pembangunan dan elemen fisik trotoar. Sementara untuk melengkapi tanaman dan bunga, dilakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram.
“Dinas LH yang siapkan tanamannya,” ujar Lale.
Baca Juga: Dugaan Kasus Pelecehan Seksual, Wali Santri Ramai-ramai Jemput Anak, Komite Izinkan Pulang 3 Hari
Penataan sepanjang sekitar 500 meter dengan lebar trotoar 3,5 meter tersebut dirancang agar ruang pedestrian tetap memadai. Area tanam ditempatkan pada bagian tertentu sehingga tidak mengambil seluruh ruang berjalan.
Konsep ini sekaligus menunjukkan bahwa penataan kawasan tidak berhenti pada pengaturan aktivitas masyarakat. Setelah ruang publik dikembalikan pada fungsi utamanya, pemerintah melanjutkannya dengan pembenahan infrastruktur dan penghijauan.
Kini, koridor Jalan Adi Sucipto mulai memperlihatkan perubahan wajah. Ruang berjalan lebih jelas, kawasan lebih lapang, sementara elemen taman memberikan sentuhan hijau di sepanjang jalur pedestrian.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post