Mayura Heritage Yoga Makin Ramai, Wellness Tourism Mataram Terus Dikembangkan

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 13:54 WIB
Antusiasme masyarakat mengikuti Mayura Heritage Yoga terus meningkat. Memasuki penyelenggaraan keempat, kegiatan yang memadukan olahraga kebugaran dengan suasana kawasan heritage Taman Mayura ini semakin semarak.
Antusiasme masyarakat mengikuti Mayura Heritage Yoga terus meningkat. Memasuki penyelenggaraan keempat, kegiatan yang memadukan olahraga kebugaran dengan suasana kawasan heritage Taman Mayura ini semakin semarak.

 

 

 

 

LombokPost – Pengembangan wellness tourism di Kota Mataram terus diperkuat. Salah satunya melalui Mayura Heritage Yoga yang memadukan aktivitas kebugaran dengan pengalaman menikmati kawasan bersejarah Taman Mayura.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan konsep tersebut sengaja dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Olahraga tidak hanya menjadi aktivitas kesehatan, tetapi juga bagian dari pengalaman menikmati destinasi.

 

“Melalui Mayura Heritage Yoga, aktivitas olahraga dipadukan dengan suasana heritage Taman Mayura untuk menghadirkan konsep wellness tourism,” kata Cahya, Rabu (16/9).

 

Baca Juga: Bank NTB Syariah dan Kementerian PKP Perkuat Sinergi Pembiayaan Perumahan di NTB

Program tersebut kini memasuki pelaksanaan keempat. Antusiasme peserta dalam tiga pelaksanaan sebelumnya menunjukkan tren peningkatan. Pada kegiatan pertama tercatat 98 peserta, kemudian sekitar 160 peserta pada pelaksanaan kedua, dan lebih dari 200 peserta pada kegiatan ketiga, 12 Agustus lalu.

 

Menurut Cahya, keberlanjutan menjadi salah satu kunci agar wellness tourism tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Karena itu, Mayura Heritage Yoga dijadwalkan berlangsung rutin setiap bulan.

 

“Karena itu, yoga di Taman Mayura dijadwalkan berlangsung rutin setiap bulan, pada Rabu pekan kedua,” terangnya.

 

Format kegiatannya juga dibuat sederhana dan terbuka bagi masyarakat. Peserta terlebih dahulu mengikuti jogging bersama mengelilingi kawasan Taman Mayura. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi yoga di tengah suasana kawasan heritage.

 

Konsep tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Masyarakat tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi sekaligus menikmati ruang terbuka, suasana sejarah, dan lingkungan Taman Mayura.

 

Baca Juga: Dipuji Mendagri, Mataram Bawa Pulang Empat Penghargaan

“Dengan begitu, olahraga menjadi bagian dari pengalaman wisata,” paparnya.

Cahya menjelaskan, wellness tourism yang dikembangkan tidak berhenti pada aktivitas yoga. Konsep tersebut juga menggabungkan unsur kebugaran, destinasi, interaksi komunitas, serta potensi produk lokal.

 

Taman Mayura sendiri memiliki nilai sejarah yang kuat. Berdasarkan informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kawasan tersebut awalnya dikenal sebagai Taman Kelepug dan telah ada sejak abad ke-18. Pada 1866, kawasan tersebut diperbarui dan kemudian dikenal sebagai Taman Mayura.

 

Nama Mayura berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti burung merak.

 

Keberlanjutan kegiatan juga ditopang pola kolaborasi. Cahya menyebut Mayura Heritage Yoga diselenggarakan melalui kerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pariwisata Kota Mataram.

 

“Kolaborasi ini membuat kegiatan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi melibatkan komunitas dan berbagai unsur pendukung lainnya,” paparnya.

 

Baca Juga: TPU Harum Belum Dibuka, Pemkot Pastikan Kawasan Tetap Terawat

Pelibatan pelaku usaha lokal juga mulai diperkuat. UMKM turut memberikan dukungan dalam kegiatan, termasuk menyediakan hadiah dan doorprize bagi peserta.

 

“Pelaku usaha lokal memberikan dukungan terhadap kegiatan, termasuk menyediakan berbagai hadiah dan doorprize bagi peserta,” ucapnya.

 

Peserta yang telah mendaftarkan diri mendapatkan kupon untuk mengikuti kesempatan memperoleh doorprize. Dengan pola tersebut, kegiatan tidak hanya memberikan manfaat kebugaran, tetapi juga membuka ruang promosi bagi produk usaha lokal.

Bagi Dinas Pariwisata, keterlibatan UMKM menjadi bagian dari pengembangan wisata tematik. Aktivitas rutin di destinasi diharapkan menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

“Sudah mendapatkan sehat, para peserta yoga juga mendapatkan doorprize,” ujarnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
wellness tourism mayura heritage yoga mataram Dinas Pariwisata Kota Mataram