RSUD Ruslan Mataram Matangkan Akreditasi, Keselamatan Pasien Jadi Fokus

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:12 WIB
dr. Hj. Eka Nurhayati
dr. Hj. Eka Nurhayati

 

 

LombokPost – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mematangkan persiapan menghadapi survei akreditasi rumah sakit. Tak sekadar mengejar predikat, proses tersebut dipandang sebagai momentum untuk memastikan komitmen terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien berjalan di seluruh lini.

 

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG., K-FER mengatakan, kesiapan menghadapi survei menjadi tanggung jawab seluruh civitas hospitalia. Karena itu, berbagai persiapan teknis dimatangkan melalui technical meeting bersama tim surveior akreditasi.

 

“Akreditasi adalah momentum pembuktian atas komitmen kita bersama dalam menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien di setiap lini pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” kata Eka dalam technical meeting persiapan survei akreditasi.

 

Survei akreditasi kali ini dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) dengan metode kombinasi atau hybrid selama tiga hari.

 

Baca Juga: Belanja Mataram Naik Rp215 Miliar, Banggar Soroti Parkir dan Reklame

Hari pertama berlangsung secara daring pada Sabtu (19/9), dengan fokus utama pada telusur dokumen. Sementara hari kedua dan ketiga dilaksanakan secara luring pada Senin-Selasa (21-22/9), dengan fokus pada telusur lapangan.

 

Eka mengatakan technical meeting menjadi kesempatan untuk menyamakan persepsi seluruh jajaran rumah sakit sekaligus memastikan kendala teknis yang masih ditemukan dapat segera diselesaikan.

 

“Manfaatkan Technical Meeting ini untuk menyamakan persepsi, menyelesaikan kendala yang masih mengganjal, dan merapatkan barisan,” ujarnya.

 

Dalam proses survei tersebut, jajaran manajemen, tim akreditasi, komite medis, komite keperawatan, komite tenaga kesehatan lainnya, hingga seluruh civitas hospitalia dilibatkan dalam persiapan.

 

Eka menekankan pentingnya kerja sama seluruh unsur rumah sakit. Menurutnya, keberhasilan menghadapi survei bukan hanya menjadi tanggung jawab tim akreditasi, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh bagian.

 

Baca Juga: Wali Kota Jambi Belajar Tata kelola Pariwisata ke Lotim

“Saya percaya, dengan kerja keras, kolaborasi yang solid, dan dedikasi tinggi yang selama ini Bapak/Ibu tunjukkan, kita siap menghadapi survei ini dengan hasil yang terbaik,” tegasnya.

 

Namun, Eka mengingatkan agar proses akreditasi tidak dimaknai sebatas upaya memperoleh predikat. Lebih dari itu, standar yang dinilai harus tercermin dalam pelayanan sehari-hari kepada pasien.

 

“Mari kita tunjukkan performa terbaik kita, bukan semata-mata demi kelulusan predikat, tetapi demi senyuman dan keselamatan pasien-pasien kita,” katanya.

 

Menurut Eka, akreditasi menjadi bagian penting dalam memastikan mutu pelayanan rumah sakit terus dijaga. Karena itu, kesiapan menghadapi survei harus dibangun melalui pemahaman bersama terhadap standar, kelengkapan dokumen, serta implementasinya di lapangan.

 

Dengan metode hybrid, survei tidak hanya menguji kesiapan administratif melalui dokumen. Pada tahap telusur lapangan, implementasi standar pelayanan juga menjadi bagian yang harus dipastikan berjalan sesuai ketentuan.

 

 

Baca Juga: Mayura Heritage Yoga Makin Ramai, Wellness Tourism Mataram Terus Dikembangkan

Eka berharap seluruh jajaran tetap menjaga koordinasi dan kondisi kesehatan selama rangkaian survei berlangsung.

 

“Selamat berkoordinasi, tetap semangat, dan jaga kesehatan,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
RSUD Mataram matara Akreditasi Rumah Sakit