Strategi Rotasi Juru Pungut Tekan Kebocoran Retribusi di Mataram

Chia • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 12:37 WIB
Pasar
Pasar

LombokPost - Kebijakan rotasi berkala ratusan juru pungut di 19 pasar tradisional mulai membuahkan hasil positif bagi penerimaan retribusi daerah Kota Mataram.

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mencatat realisasi penerimaan retribusi pasar telah mencapai 60 persen dari target total Rp 8,25 miliar.

“Ini kan data yang berbicara, memang ada peningkatan walaupun 60 persen itu belum signifikan,” kata Kepala Disdag Kota Mataram Irwan Harimansyah, kemarin. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, realisasi retribusi pasar jarang menyentuh angka 50 persen di pertengahan tahun. Hingga membuat instansi tersebut kerap mendapat sorotan atas rendahnya pencapaian target. 

Baca Juga: Retribusi Sampah Udayana Mulai Ditarik, Dewan Ismul Desak Transparansi Layanan dan Kejelasan Kewenangan

“Makanya saya anjurkan kepada kepala pasar itu dirotasi juru pungutnya satu bulan sekali," ujarnya.

Langkah rotasi bulanan ini diterapkan sebagai bentuk pembinaan sekaligus strategi menekan angka kebocoran anggaran akibat ulah juru pungut nakal.

Menurutnya, masa kerja yang terlalu lama di satu lokasi membuat oknum petugas berada di zona nyaman.

“Karena terlalu lama dan nyaman mungkin mereka. Kalau kita rotasi akan ketahuan curangnya di mana,” tegasnya.

Rotasi yang bergulir sejak awal 2026 ini juga menjadi peringatan tegas bagi seluruh petugas lapangan. Jika praktik kecurangan masih ditemukan pascarotasi, Disdag siap mengambil tindakan pendisiplinan yang lebih keras.

"Artinya ada langkah berikutnya. Kalau ini masih saja ada yang berbuat curang, ya kita usulkan untuk diberhentikan saja," lanjutnya.

Kebocoran retribusi harian di lapangan sebelumnya ditaksir mencapai 30 persen. Dengan pengawasan ketat dan skema rotasi ini, Disdag optimis realisasi retribusi pasar dapat menembus angka di atas 80 persen atau sekitar Rp 6,4 miliar pada akhir tahun. 

“Terget pun kita tetap bertahan di angka Rp 8,25 miliar,” jelasnya. 

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk terus berinovasi mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Ya perlu inovasi biar tercapai,” jelasnya.

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
juru pungut pasar dinas perdagangan mataram Mataram pasar tradisional Mataram