LombokPost - Dinas Pariwisata Kota Mataram menyiapkan setidaknya 4.000 kamar hotel untuk menyambut ajang balap internasional MotoGP Mandalika 2026. Kesiapan sarana akomodasi ini mencakup berbagai tingkatan hunian, mulai dari hotel berbintang hingga hotel melati.
“Kita memang dari 3 ribuan sampai 4 ribuan kamar hotel,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra.
Baca Juga: Jelang MotoGP Pemesanan Hotel di Kota Mataram Masih Minim
Cahya mengatakan, kesiapan ketersediaan kamar tersebut dipastikan terus berkembang seiring dibukanya sejumlah akomodasi baru di Mataram. Pemkot berkomitmen memaksimalkan seluruh potensi akomodasi untuk menampung lonjakan wisatawan dan penonton selama gelaran balap berlangsung.
Selain memastikan kesiapan kuantitas kamar, Dispar juga menaruh perhatian pada stabilitas harga sewa kamar selama ajang balap kelas dunia tersebut berlangsung. Untuk mengantisipasi lonjakan tarif yang tidak wajar, Pemkot telah mengumpulkan para pelaku usaha akomodasi, termasuk asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Hotel Mataram (AHM).
Langkah konsolidasi tersebut dilakukan untuk membangun kesepakatan bersama terkait penentapan tarif batas atas yang rasional dan proporsional. Pemkot mengimbau para pengelola akomodasi agar mengedepankan asas kepatutan dan tidak memanfaatkan momentum event untuk meraup keuntungan secara berlebihan.
“Di perda ada. Tapi peraturan gubernur (pergub) itu sudah dicabut,” jelasnya.
Di sisi lain, Cahya mengimbau para wisatawan dan calon penonton MotoGP untuk lebih waspada serta bijak menghadapi ulah spekulan atau broker akomodasi. Menurutnya, pergerakan perantara yang mematok harga kamar di luar kewajaran dapat merugikan konsumen serta merusak citra pariwisata daerah.
“Tidak hanya dari pihak pemerintah, konsumen atau wisatawan juga harus cerdas dalam memilah dan memilih akomodasi. Banyak pilihan yang tersedia, termasuk hotel melati, jika tarif yang ditawarkan pihak perantara dinilai tidak realistis," tegasnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Leni Oktavia mengatakan, keterisian kamar hotel di Mataram per tengah Septeber lalu baru di bawah 50 persen. Kondisi ini terbilang masih cukup rendah jika dibandingkan dengan kawasan ring 1 Mandalika maupun kawasan wisata Senggigi yang keterisian kamarnya mulai merangkak naik.
“Kalau keterisian hotel di wilayah ring 1 Mandalika sudah menembus angka 85 persen. Begitu juga di Senggigi,” jelasnya. (chi)
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan