LombokPost – Musim kemarau panjang yang memicu lonjakan suhu udara ekstrem dan cuaca kering di Kota Mataram mulai mengancam kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat exhaustion, heatstroke, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dikes Kota Mataram, dr. Dewi Ayu Murniati, mengungkapkan bahwa udara terik, berdebu, dan minim kelembapan memaksa tubuh bekerja ekstra keras untuk mendinginkan diri.
Keringat berlebih yang keluar terus-menerus dapat menguras cairan serta elektrolit tubuh secara drastis.
"Dalam kondisi cuaca panas dan kering, tubuh menjadi lebih cepat lemas, lelah, hingga pusing. Jika dibiarkan tanpa penanganan, dehidrasi parah bisa memuncak pada risiko paling berat, yakni heatstroke," ujar dr. Dewi.
Baca Juga: Dikes NTB Pantau Ketat Lima Penyakit Akibat Cuaca Panas dan Perubahan Musim
Selain ISPA seperti batuk, pilek, dan pneumonia, cuaca kering dan berdebu ini juga memicu lonjakan penyakit diare, infeksi jamur kulit, serta sakit mata (konjungtivitis) akibat cepatnya penyebaran bakteri dan virus.
Untuk mencegah dampak fatal, masyarakat diminta peka terhadap sinyal dehidrasi. Indikator paling mudah adalah munculnya rasa haus berlebih, bibir kering, hingga warna urine yang berubah menjadi kuning pekat.
dr. Dewi membagikan beberapa tips penting untuk menyiasati cuaca ekstrem ini:
Minum Rutin: Konsumsi air putih secara teratur tiap jam tanpa perlu menunggu rasa haus datang.
Hindari Minuman Diuretik: Batasi konsumsi kopi, teh, soda, dan minuman berenergi karena justru mempercepat pembuangan cairan tubuh.
Kurangi Pedas dan Asin: Makanan terlalu asin dan pedas memicu rasa haus berlebih serta meningkatkan suhu tubuh.
Perbanyak Buah Kaya Air: Konsumsi buah-buahan seperti semangka dan jeruk untuk membantu asupan cairan.
Proteksi Diri: Gunakan pakaian longgar yang menyerap keringat, manfaatkan topi/payung, dan kurangi aktivitas fisik di luar ruangan pada jam terik (11.00–16.00 WITA).
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan