Suhu Ekstrem Mengintai, 3 Kelompok Ini Paling Rentan Kena Komplikasi Fatal

Chia • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:03 WIB
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

 

LombokPost – Lonjakan suhu panas ekstrem yang melanda Kota Mataram tak hanya memicu rasa gerah, tetapi juga membawa ancaman kesehatan serius.

Dinas Kesehatan Kota Mataram memetakan ada tiga kelompok masyarakat yang paling berisiko mengalami komplikasi fatal akibat cuaca kering dan dehidrasi parah.

Kepala Bidang P2P Dikes Kota Mataram, dr. Dewi Ayu Murniati, menyebutkan bahwa kelompok pertama yang sangat rentan adalah lansia, karena penurunan imunitas yang berpotensi memicu komplikasi penyakit bawaan (komorbid).

Kelompok kedua adalah anak-anak dan balita yang sistem kekebalan tubuhnya belum optimal. Sementara kelompok ketiga mencakup pekerja luar ruangan atau warga yang rutin melakukan aktivitas fisik berat di bawah sengatan matahari.

Baca Juga: Tetap Bugar di Tengah Cuaca Panas ala  Kreator Konten Enio Shadu

"Suhu ekstrem membuat tubuh memproduksi keringat berlebih. Jika cairan tak segera diganti, dampaknya bisa bereskalasi dari sekadar pusing dan lemas (heat exhaustion) menjadi kondisi darurat medis seperti heatstroke," jelas dr. Dewi. 

Masyarakat diminta mewaspadai gejala dehidrasi tingkat lanjut pada anggota keluarga atau rekan kerja di sekitar mereka. Dehidrasi berat tidak lagi sekadar ditandai bibir kering atau haus, melainkan gejala klinis yang membutuhkan penanganan medis segera.

"Jika sudah dehidrasi berat, dampaknya bisa sampai mengantuk, napas cepat, mata cekung, penurunan tekanan darah, tidak bisa buang air kecil, hingga penurunan kesadaran atau syok," tegasnya.

Dikes Kota Mataram mengimbau para pekerja lapangan dan masyarakat umum untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam rawan, yakni pukul 11.00 hingga 16.00 WITA, serta selalu membawa perbekalan air minum cukup guna mengantisipasi risiko fatalitas.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
penyakit Cuaca panas kelompok rentan Mataram kemarau panjang