LombokPost - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Mikro (Disperinkop UKM) Kota Mataram menggelar pelatihan pembuatan bumbu dan sambal khas Nusantara.
Langkah ini dilakukan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, melestarikan kuliner tradisional, serta mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu naik kelas.
“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada ibu rumah tangga dan meningkatkan keterampilan para pelaku UMKM lokal dalam mengolah potensi pangan daerah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing,” kata Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram Jemmy Nelwan.
Baca Juga: Disperinkop UKM Mataram Serahkan Bantuan 50 Unit Mesin Jahit untuk UMKM
Jemmy mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 50 peserta yang dibagi ke dalam dua angkatan, di mana masing-masing angkatan diisi oleh 25 peserta.
Target utamanya adalah para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Kota Mataram.
Selama empat hari pelatihan, para peserta dibekali pengetahuan serta wawasan. Mulai dari pengolahan bumbu masakan, edukasi teknik mengolah berbagai varian sambal secara higienis, penentuan komposisi bahan baku yang tepat, hingga teknik menjaga konsistensi rasa.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan materi pengemasan dan pengawetan modern untuk memperpanjang masa simpan produk sambal tanpa merusak atau mengurangi kualitas rasanya.
Untuk menunjang keberlanjutan usaha di pasar global, peserta turut diberikan edukasi mengenai strategi pemasaran digital, pengurusan perizinan, pembuatan label produk, hingga sertifikasi halal.
“Dengan kemampuan yang dimiliki, peserta diharapkan dapat memperkenalkan dan melestarikan keragaman resep sambal tradisional dari berbagai daerah di Indonesia kepada masyarakat luas,” harapnya.
Untuk memantapkan materi pelatihan, Disperinkop UKM Kota Mataram menghadirkan narasumber dari pakar kuliner dan organisasi boga terkemuka. Di antaranya Asosiasi Pengusaha Boga Indonesia (APJI) yang dipimpin oleh Kus Catering, serta DPD IKABOGA yang dipimpin oleh Dewi Catering.
Selain mendapatkan wawasan teknis dan teori, seluruh peserta juga memperoleh bantuan peralatan usaha pembuatan sambal. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi para ibu rumah tangga yang baru memulai usaha maupun pelaku UMKM yang ingin memperluas pasarnya.
“Program ini kami pastikan akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menyasar lebih banyak pelaku UMKM dan ibu rumah tangga di Mataram,” pungkasnya. (chi)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan