MATARAM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadwalkan penambahan satu unit tower Early Warning System (EWS) tsunami di pesisir Kota Mataram pada 2027. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat mitigasi dan sistem deteksi dini bencana tsunami di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Budi Wartono menyatakan, persetujuan penambahan perangkat tersebut diberikan BNPB sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dalam merawat tower EWS hibah sebelumnya.
Baca Juga: PLN UIP Nusra dan BPBD Mataram Latih Warga Pesisir Hadapi Bencana, Bagikan Tas Siaga
"Karena kita konsisten merawat tower EWS tsunami yang sudah ada, BNPB memberikan lampu hijau untuk menambah satu unit EWS di Kota Mataram," katanya.
Tower EWS baru tersebut direncanakan berdiri di kawasan pesisir selatan, tepatnya di sekitar Pantai Gading, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Penambahan ini akan melengkapi tiga unit EWS yang sudah beroperasi sebelumnya di Pantai Loang Baloq, Pantai Bintaro, dan Kantor Lurah Jempong Baru.
Budi memastikan seluruh unit EWS yang ada saat ini berada dalam kondisi optimal. Setiap unit memiliki jangkauan deteksi berkisar antara 2,5 meter hingga 3 kilometer.
Untuk memastikan kesiapan perangkat, pemeliharaan rutin dan pengujian sistem terus dilakukan secara berkala. Pemantauan fisik juga ditunjang oleh kamera CCTV yang terhubung langsung ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPB.
"Pengujiannya berkala kami lakukan. Kami rutin melakukan uji coba sistem setiap tanggal 26 setiap bulannya," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan, percepatan penguatan sistem peringatan dini EWS untuk memperluas zona perlindungan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Setelah melakukan peninjauan langsung dan uji coba fungsi sirine di Taman Loang Baloq pada Juli 2026, Suharyanto mengapresiasi komitmen Pemerintah dalam merawat perangkat yang sudah ada.
“Ada empat titik, tapi ternyata di selatan masih kurang. Itu yang akan kita tambah,” jelasnya. (chi)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan