Dana Penghargaan Kemendagri Dialokasikan untuk Sektor Pelayanan Dasar

Chia • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:47 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mematangkan alokasi dana insentif fiskal dan bantuan program dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Total dana penghargaan senilai Rp 10,5 miliar tersebut dipastikan bakal langsung dikucurkan untuk memperkuat berbagai program prioritas daerah. Mulai dari pengelolaan sampah, kesehatan, pendidikan, hingga pemugaran rumah tidak layak huni.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan, seluruh alokasi anggaran yang didapatkan dikembalikan sesuai dengan kategori penghargaan yang diraih Kota Mataram pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku–Nusa Tenggara.

“Anggarannya spesifik untuk menjawab isu-isu utama di bidang kebersihan, sanitasi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan,” kata Mohan. 

Baca Juga: Pemprov NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Jadi Bukti Kebijakan Publik Makin Berdampak

Berdasarkan data penyerahan bantuan apresiasi Kemendagri, Kota Mataram sukses memborong empat kategori penghargaan.

Pertama, Bantuan Pemerintah Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri senilai Rp 2 miliar. Mohan menjelaskan, sebagian insentif di sektor lingkungan ini dialokasikan untuk memperkuat operasional penanganan sampah dan program pengomposan.

“Itu nanti kita akan fokus ke program tempah dedoro,” jelasnya.

Pemkot akan menambah armada mobil operasional pendukung hotline penanganan sampah, penyediaan alat pengolah komposter, serta armada truk pembuangan (dump truck) untuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menggantikan armada tua.

Hasil tempah dedoro nantinya diintegrasikan dengan Dinas Pertanian (Distan) untuk mendukung perluasan lahan budidaya cabai di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan.

“Itu akan kita perluas lagi lahannya seluas dua hektare,” katanya. 

Kedua, pada sektor perumahan, Mataram meraih Bantuan Pemerintah Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah berupa Bedah Rumah 300 Unit. Pemkot mengamankan alokasi bantuan melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp6 miliar, di mana tiap unit rumah mendapatkan stimulan sebesar Rp20 juta.

“Untuk rehabilitasi rumah itu sudah jelas Rp 6 miliar untuk 300 unit rumah, per unitnya Rp 20 juta. Anggaran ini bersih menyasar masyarakat penerima bantuan,” terangnya.

Ketiga, pada sektor pelayanan dasar kesehatan, Mataram menerima Bantuan Pemerintah Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan senilai Rp 1,5 miliar. Dana ini difokuskan untuk modernisasi instrumen posyandu, seperti mengganti alat timbang bayi analog menjadi digital.

“Ya alat-alat untuk Posyandu lah,” ucapnya.

Baca Juga: Sabet Penghargaan Kemendagri, NTB Banjir Bantuan Akses Pendidikan

Keempat, pada Bantuan Pemerintah Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Kota Mataram membawa pulang insentif sebesar Rp 1 miliar. Alokasi ini diarahkan untuk revitalisasi sarana prasarana sekolah, seperti perbaikan fasilitas sanitasi toilet dan sarana perpustakaan.

“Lebih ke infrastruktur di sekolah ya,” ucapnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, rincian usulan prioritas penggunaan insentif fiskal tersebut telah disusun dan diserahkan ke Kemendagri. Agar pencairan anggaran segera terealisasi.

“Sudah kita siapkan usulan peruntukan alokasi anggaranya sesuai kategorinya,” katanya. (chi) 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
penghargaan Kemendagri Pemkot Mataram Mataram Kemendagri