LombokPost - Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menindaklanjuti alokasi insentif fiskal sebesar Rp 1,5 miliar yang diraih dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Kucuran dana penghargaan di sektor pelayanan dasar kesehatan tersebut difokuskan untuk memodernisasi sarana posyandu, mulai dari digitalisasi alat ukur kesehatan hingga pemenuhan bahan screening bayi baru lahir.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan memaparkan, sebagian insentif fiskal akan dialokasikan untuk pembaruan alat antropometri digital untuk meningkatkan akurasi data tumbuh kembang anak. Khususnya dalam upaya percepatan penanganan stunting di ibu kota.
“Untuk antropometri digital seperti alat timbang dan pengukur tinggi badan bayi, kami lakukan pembaruan bertahap sekitar 10 unit untuk melengkapi pengadaan yang sudah berjalan sejak tiga tahun lalu,” katanya.
Baca Juga: 1.830 Kader Posyandu di Mataram Jadi Agen Bansos Digital
Selain pembaruan alat antropometri, insentif fiskal tersebut dialokasikan untuk menyokong pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan.
Dikes memperluas cakupan pemeriksaan dan screening pada bayi baru lahir. Seperti deteksi dini kelainan Hipotiroid Kongenital serta pemeriksaan kadar gula darah bayi.
Pemeriksaan khusus ini menggunakan bahan reagen spesifik yang hasilnya dikirim dan diuji secara laboratorium.
Emirald menegaskan, pembenahan fasilitas ini sejalan dengan transformasi posyandu di Kota Mataram. Yang melayani seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi, usia sekolah, usia produktif, hingga lansia.
Transformasi ini merujuk pada regulasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mengintegrasikan 6 bidang SPM di tingkat posyandu.
“Posyandu tidak lagi identik hanya untuk anak kecil atau balita,” ucapnya.
Melalui integrasi bersama BPJS Kesehatan dan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda), masyarakat lansia dapat mengakses pemeriksaan darah sederhana serta pengambilan obat rutin secara gratis tanpa perlu mengantre ke puskesmas.
“Kami menjadi yang pertama di Indonesia yang mengoperasikan pemberian obat penyakit kronis (prolanis) seperti hipertensi dan diabetes melitus langsung di posyandu,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, Pemkot menerima Bantuan Pemerintah Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan senilai Rp 1,5 miliar.
Dana ini difokuskan untuk modernisasi instrumen posyandu, seperti mengganti alat timbang bayi analog menjadi digital.
“Ya alat-alat untuk Posyandu lah,” ucapnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan