TPST Kebon Talo Ditarget Rampung Akhir Tahun

Chia • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:02 WIB
progress pembangunan TPST Kebon Talo
progress pembangunan TPST Kebon Talo

LombokPost - Memasuki minggu ke-16 pelaksanaan proyek, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram mencatatkan progres fisik sebesar 13,028 persen hingga minggu ke-15.

Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pengerjaan fasilitas pengolahan sampah modern ini rampung sepenuhnya pada 31 Desember tahun ini, termasuk  tahap uji coba sistem.

“Progres 13 persen ini dominan di pekerjaan sipil. TPST ini fokus utamanya pada sistem pemrosesan, sehingga bobot terbesar ada pada mesin dan sistem mekanikal elektrikal,” kata Quantity Surveyor (QS) TPST Kebon Talo Lukmanul Hakim. 

Baca Juga: Pembangunan TPST Kebon Talo Mulai Digarap Beranggaran Rp 52 Miliar

Lukman menjelaskan, capaian progres saat ini masih didominasi oleh pengerjaan sipil. Secara keseluruhan, porsi pengerjaan sipil dan konstruksi bangunan fisik porsinya sekitar 20 persen dari total nilai proyek.

Sebagian besar anggaran, yakni sekitar 75 persen dari nilai proyek, dialokasikan untuk pengadaan serta pemasangan mesin pengolah sampah dan sistem Mechanical Electrical (ME).

Saat ini, para pekerja di lapangan tengah fokus pada pengerjaan pengecoran lantai.

Proses ini membutuhkan waktu pematangan beton selama kurang lebih 28 hari agar struktur bangunan mampu menopang beban alat dan mesin berat.

Proses pengecoran lantai berjalan lancar tanpa kendala cuaca lantaran struktur atap bangunan utama berupa hanggar seluas 2.592 meter persegi telah rampung dikerjakan.

Kondisi cuaca kemarau yang berlangsung cukup panjang juga turut mendukung percepatan pengerjaan struktur di lapangan.

Baca Juga: Pusat Bangun TPST Kebon Talo Rp 97 Miliar, Pemkot Mataram Tanggung Operasional

Sesuai jadwal, pihak vendor penyedia mesin, PT Tuntas Sampah Indonesia (Tuntasin Sampah), bakal memobilisasi unit mesin ke lokasi pada awal November mendatang.

Setelah lantai beton matang sempurna, proses perakitan atau assembling mesin dapat langsung dimulai.

“Pekerjaan atap bangunan sudah selesai, jadi pengecoran lantai tidak terhalang cuaca. Saat mesin Tuntas tiba di bulan November, lantai beton sudah matang dan siap untuk proses perakitan,” jelasnya.

Sebagai informasi, TPST Kebon Talo dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum di atas lahan seluas 1,48 hektare dengan masa layanan yang dirancang hingga 20 tahun.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak 12 Juni 2026 ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 60 ton per hari.

Selain hanggar utama, TPST Kebon Talo bakal dilengkapi kantor operasional, pos operator jembatan timbang, ruang panel, powerhouse, serta prasarana pendukung lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Denny Nizar Cahyadi menyampaikan, keberadaan TPST Kebon Talo disiapkan khusus untuk melayani volume sampah dari dua wilayah. Yakni Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela.

Kehadiran fasilitas ini sangat penting mengingat produksi sampah di Kota Mataram saat ini mencapai sekitar 325 ton per hari.

Ditambah dengan kondisi keterbatasan kapasitas pengelolaan pascapenutupan TPA Regional Kebon Kongok.

“Kehadiran TPST Kebon Talo menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Mataram,” tambahnya.

Dalam operasionalnya nanti, TPST Kebon Talo mengusung teknologi Dry Jet untuk mengolah sampah rumah tangga melalui proses pengeringan dan pemanasan.

Produk akhir yang dihasilkan berupa refuse derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif yang nantinya dimanfaatkan oleh pembangkit listrik, seperti PLTU Jeranjang.

Fasilitas ini juga dilengkapi sistem pemilahan otomatis untuk memisahkan sampah organik, anorganik, logam, hingga residu.

Selain itu, penggunaan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) juga diterapkan guna menekan volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus meningkatkan angka daur ulang.

Proses pemrosesan sampah dibagi ke dalam dua lini utama, yaitu lini organik dan lini RDF/anorganik. 

“Ini tentu sangat membantu menekan produksi sampah yang kita angkut ke TPAR Kebon Kongok,” katanya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
TPST KEBON TALO TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TERPADU Pemkot Mataram Mataram