LombokPost - Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Mikro (Disperinkop UKM) Kota Mataram terus memperkuat kapasitas kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satunya melalui pelatihan manajemen keuangan bagi para pengurus KDKMP se-Kota Mataram.
Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram Jemmy Nelwan menjelaskan, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk memastikan para pengurus mulai dari ketua, wakil ketua, bendahara, hingga koordinator bidang, memiliki kemampuan yang matang. Khususnya dalam mengelola keuangan secara akuntabel dan profesional.
“Melalui pelatihan ini, pengurus dapat meningkatkan pemahaman prinsip pengelolaan keuangan yang tertib dan dapat ditelusuri atau diaudit,” kata Jemmy.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus KDKMP dari 50 kelurahan se-Kota Mataram. Selama pelatihan, para peserta dibekali materi teknis mulai dari pembukuan dasar, penyusunan laporan keuangan, hingga pemahaman terhadap standar akuntansi dan perpajakan.
Baca Juga: Dirut Agrinas Soroti Lambannya Penempatan Manajer KDKMP
Selain itu, materi juga ditekankan pada penguatan integritas, kedisiplinan, serta manajemen risiko dalam pengelolaan dana.
“Dengan demikian target untuk mendorong KDKMP menjadi motor penggerak kemandirian dan pertumbuhan ekonomi lokal bisa tercapai,” terangnya.
Sebelumnya, Disperinkop UKM juga telah menggelar pelatihan bagi 50 anggota KDKMP. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman terkait hak dan kewajiban anggota agar mampu berperan aktif dalam pengembangan bisnis koperasi.
“Komitmen yang sama inilah yang kami inginkan agar KDKMP bisa berjalan lancar dan dapat meningkatkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Di sisi lain, pengembangan sarana dan prasarana fisik gerai KDKMP di Kota Mataram terus berjalan. Disperinkop UKM mencatat saat ini terdapat lima gerai KDKMP yang masuk tahap pembangunan.
Dari jumlah tersebut, dua gerai yakni di Kelurahan Babakan dan Abian Tubuh sudah rampung 100 persen. Sedangkan tiga gerai lainnya, di Kelurahan Ampenan Utara, Sandubaya, dan Jempong Baru progresnya telah mencapai sekitar 80 persen.
“Ditargetkan semua KDKMP yang dibangun itu rampung 100 persen pada akhir 2026. Untuk anggaran dan pelaksanaan semua dari pemerintah pusat, kami hanya penerima manfaat," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan