LombokPost – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram ikut mengawal penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Mataram Muhamad Yanuar Fikri, yang saat ini menghadapi masalah di Myanmar. Kepala Disnaker Kota Mataram Ida Wayan Putra Ekantara mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Disnakertrans NTB terkait perkembangan kasus tersebut.
Dari koordinasi itu, Yanuar disebut telah mendapatkan penanganan aparat setempat. Sementara proses selanjutnya dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
“Data yang bersangkutan tidak tercatat di kami, sehingga kami menduga keberangkatannya unprosedural atau tidak menggunakan prosedur resmi,” katanya.
Selain itu, perusahaan yang memberangkatkan Yanuar juga belum teridentifikasi. “Tidak teridentifikasi,” tekannya.
Sebelumnya, Yanuar diketahui berada di wilayah Myawaddy, Myanmar. Kasusnya mencuat setelah keluarga melaporkan keberadaannya dan beredar video permintaan bantuan untuk dipulangkan.
Polda NTB bersama BP3MI juga telah melakukan penyelidikan atas dugaan penyekapan terhadap Yanuar. Di tengah proses penanganan tersebut, Pemkot Mataram juga memberikan perhatian kepada keluarga Yanuar di Kota Mataram.
Disnaker mendatangi kediaman keluarga untuk memberikan dukungan. Sekaligus memastikan keluarga memperoleh pendampingan.
“Kami sudah ke sana untuk memberikan support secara pribadi kepada istri dan anaknya sekaligus memberikan santunan dari pemerintah kota,” ujarnya.
Selain pendampingan, Disnaker juga berkoordinasi terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan jaminan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak-hak Yanuar maupun keluarganya tetap dapat dipenuhi sesuai ketentuan.
Baca Juga: Wisuda ke-12 Undikma, 971 Lulusan dan 51 Raih Summa Cumlaude
Putra meminta keluarga segera berkoordinasi dengan pemerintah. Apabila menghadapi kendala dalam proses pengurusan hak maupun administrasi yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Sementara itu, berdasarkan perkembangan terakhir dari Disnakertrans NTB, Yanuar masih berada dalam penanganan kepolisian di Myawaddy. Pemerintah menyebut Yanuar sudah dapat berkomunikasi dan berdasarkan komunikasi terakhir berada dalam kondisi sehat.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah memerintahkan Disnakertrans NTB berkoordinasi dengan KBRI Yangon untuk memastikan keselamatan dan proses pemulangan Yanuar. “Gubernur telah memerintahkan Disnakertrans untuk terus mencari informasi mengenai keberadaan dan kondisi warga NTB tersebut,” ujar Juru Bicara Ahsanul Halik.
Editor : Lalu Mohammad ZaenudinSumber : Liputan Berita Lombok Post